USERNAME ✔

USERNAME ✔

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 12, 2020
©Published 2017 Semuanya akan menjadi biasa saja, jika kita memang melakukan hal yang semestinya. Seharunya nggak salah bukan? Namun, jika suatu peristiwa membuatku terlanjur terombang-ambing dalam ketidakpastian yang di luar semestinya, siapa yang harus kucari? [***] SALMA WIDYAWATI, pelajar akhir yang memutuskan berhenti melanjutkan hobinya menulis di akun mattpad yang sedang naik daun. Sadar dirinya hanya penulis amatir yang terlalu mengebu-gebu bergelut di dunia fiksi membuatnya harus menerima kenyataan pahit-- menjadi penulis pena sering diremehkan oleh beberapa kalangan. Seiring bergantinya generasi penulis pena baru di dunia mattpad, seorang username misterius yang sedang menjadi top writer kerap kali mendedikasikan setiap ceritanya untuk Salma. Semuanya menjadi semakin rumit ketika dirinya menjadi incaran para fans untuk menggali identitas si username misterius. Mungkinkah semua drama ini cepat berakhir?
All Rights Reserved
#120
secretadmirer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Charmolypi : Echoes || END✓
  • This Is My Dream
  • The Special Class
  • Nadira | transmigrasi [END]
  • Goodbye Alaska [END]
  • Naura & Lukanya
  • The Comedian's Last Laugh
  • Amsterdam Girl
  • The Lost Twin (First Version)

[BOOK 2 || What if] NOTE: -Baca dulu Charmolypi book 1 - LEBIH BRUTAL! LEBIH PLUS+ LEBIH IYAHHH.... 💫💫 Seandainya luka itu cuma mimpi... kenapa rasanya masih sakit? Di dunia ini, Tara tak dibedakan. Ia tumbuh dalam keluarga yang hangat, tanpa harus terus-menerus membuktikan bahwa ia pantas dicintai. Tidak ada jarak, tidak ada dingin yang menyiksa. Tidak seperti dalam mimpinya-mimpi panjang dan kelam, di mana kasih sayang orangtuanya hanya milik Nalen. Tapi meski segalanya tampak baik, hati Tara tetap gelisah. Ia masih takut kehilangan. Masih cemas saat ayah ibunya pergi bekerja. Masih menyimpan bayang-bayang rasa bersalah dan pertanyaan yang tak bisa hilang: Kenapa dulu aku merasa bukan pilihan? Apa yang dialaminya dulu hanya mimpi. Tapi rasa sakitnya? Terlalu nyata. Dan kini, bahkan di dunia yang "baik", Tara masih mencari sesuatu yang tak pernah benar-benar ia dapat: kepastian bahwa ia dicintai, bukan diuji.

More details
WpActionLinkContent Guidelines