sebuah rasa

sebuah rasa

  • WpView
    Reads 1,703
  • WpVote
    Votes 149
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 11, 2019
Bagaimana jika semua pengorbanan yang telah kamu lakukan untuk seseorang tidak pernah dihargai, bahkan hadirmu saja hanya ilusi semata baginya Pertemuan antara Amelia Azzahra dengan Hizam Putra Regandra yang akan mengubah hidup keduanya. "Semua orang memiliki masalahnya masing-masing, tapi jika dengan kamu menuangkan ceritamu kepada saya merasa lebih baik, maka saya siap untuk menampungnya" -Hizam Putra Regandra "Tak semua masalah harus saya tuangkan kepadamu, saya tau jika kamu juga memiliki masalah yang tidak mau kamu bagi dengan saya, maka dari itu mari kita berhenti sejenak bersama" -Amelia Azzahra Cerita ini ditulis untuk kamu yang merasa hidupmu hanya warna hitam tanpa ada secercah cahaya yang menerangi, Angkasa selalu akan gelap tapi banyak bintang yang berada mengelilinginya
All Rights Reserved
#384
ceritasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peluk Aku, Tuan
  • AREGAN
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Temporary |End|
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • hati dan batin yg terluka
  • zeandra dan Marsha...
  • Amelia
  • Tentang Senja [VERSI REVISI]

Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines