The Wall

The Wall

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 5, 2019
Aron Dunkermann, seorang bangsawan, senang hidup sebagai seorang penjelajah 'Dungeon'. Di Europa, dunia kotak yang dikelilingi tembok besar ini, pekerjaan itu memang jarang diminati, walaupun bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar namun resiko kerjanya pun sangat tinggi. Aron punya ambisi yang hebat, mau menjelajahi seluruh 'dungeon' yang ada. Namun, kebanyakan dari 'dungeon' tersebut ada di kerajaan Berlungard, musuh bebuyutan dari kerajaan asalnya yaitu Londinium. Tidak hanya itu, dia juga ingin menerobos tembok besar dan menjelajahi dalamnya. Dengan adanya perang dan konspirasi, apakah Aron bisa menjelajahi seluruh 'dungeon' yang ada atau akankah dia terlibat di dalam lingakaran bunuh-membunuh? [Cerita ini adalah fiksi dan tidak ada hubungannya apapun dengan dunia nyata. Kritik konstruktif & saran sangat diterima.] [Gambar sampul bukan milik saya, segala kredit diberikan kepada pemilik, bila ada yang ingin membuat sampul untuk buku ini, silahkan kontak saya] The Wall. Copyright © September 2018. All Rights Reserved.
All Rights Reserved
#186
monster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Akhir Dari Sebuah Novel
  • The Destiny of Parallel Worlds: Chosen As The Hero Commander
  • END | I Will Avoid the Death Flag
  • EPOCH
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • Until The World Ends
  • ✵TRANSMIGRASI WILLIAM✵✓
  • PURGATORI ARNOLD: KEABADIAN DALAM SIKSAAN

Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines