Eat Me, Sir!

Eat Me, Sir!

  • WpView
    Reads 259,126
  • WpVote
    Votes 1,320
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 22, 2021
Seorang pria berusia lima puluhan berteriak di atas paru-parunya. "Keracunan!" ... "Hei, kau sudah dengar itu? Asisten perasa makanan Pak Yogaswara keracunan lagi," bisik seorang pria muda. "Maksudmu asisten perasa Tuan Yogaswara keracunan? Asisten yang baru satu bulan direkrut ini?" seorang wanita ikut bergabung. "Ya, benar." Pria itu mengangguk. "Aah, ya Ampun, sudah aku duga, bekerja dengan beliau tidak akan hidup lama, ck ck ck." Seorang pria berusia akhir empat puluhan menggelengkan kepalanya. "Oy! berita baru! ada rekrutmen untuk jadi asisten makan Tuan Yogaswara!" seorang pria berteriak histeris. "Makan korban! pekerjaan ini benar-benar makan korban." .... "Sudah ada yang mendaftar?" tanya Arsalam. "Pak, Arsal, sepertinya ada desas-desus yang membuat orang-orang tidak mau mendaftar pekerjaan ini," jawab sekretaris Arsalam. "Baru satu hari, naikkan harga gaji yang ditawarkan," kata Arsalam. .... "Eh Lur, ada lowongan pekerjaan. Ini bakal menerima semua kalangan manapun, tapi hanya satu orang saja." "Lowongan kerja apaan? Anak gadisku belum kerja, umurnya sudah dua puluh lima tahun tapi susah banget cari kerjaan," balas Ibu Lur. "Nah, ini pekerjaan bagus untuk anakmu, dia kan kurus kerempeng busung lapar, cocok dapat pekerjaan ini," balas Ibu itu. ... " ... tanggal pendaftaran tidak terbatas sampai ada kandidat yang dipilih, peluang Anda sangat besar dalam pekerjaan ini, ayo! kapan lagi bisa menjadi asisten makanan terhormat untuk Tuan Yogaswara, semua kebutuhan terjamin, pangan, sandang, papanpun terjamin, kami tunggu kehadiran CV Anda secepatnya, terima kasih." "Daftar! Aku daftar sekarang!" ....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • REGATHAN [END]
  • [END] Setelah berpakaian menjadi pertandingan wanita, aku berlari dengan bola
  • GHAVARI
  • AMISTAD✅
  • penyesalan kirana
  • MY LOVABLE CHEF! [ONGOING]

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines