Sebait puisi

Sebait puisi

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
Dunia aku berhenti, aku menyerah... Tak bisakah seonggok tinta disana kau tumpahkan saja? Haruskah kuasku bergerak menari melukis derita yang kau buat? Dunia aku berhenti, aku menyerah Aku ingin bahagia, bukan untuk menrerima gurat sakit dari takdir yang menjadi keputusanmu Aku ingin cinta, bukan rasa perih saat orang yang kau hadirkan menghilang Dunia aku berhenti, aku meyerah Bukannya tak malu untuk kalah, tapi hati telah memilih yang salah Bukannya tak ingin memperbaiki, sedangkan hati tak mampu lagi menarik diri
All Rights Reserved
#491
kumpulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana
  • Lelaki di Tahun 2011 [DONE✔️]
  • Segala Tentangmu ❝
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • Menanti dalam istiqomah
  • Andai bisa
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • TENTANG RASA
  • Diam
Renjana

Huruf demi huruf, aksara demi aksara menceritakan tentangnya. Terbesit dalam khayal ku akan angkasa yang menderu suara hatinya Semua disaksikan oleh semesta dan dikuatkan dengan doa untuk mengadu padanya, penuh makna akan untaian dan lautan air mata 𝙋𝙤𝙚𝙩𝙧𝙮 𝙗𝙮 𝙢𝙚. Selamat membaca😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines