Sebait puisi

Sebait puisi

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
Dunia aku berhenti, aku menyerah... Tak bisakah seonggok tinta disana kau tumpahkan saja? Haruskah kuasku bergerak menari melukis derita yang kau buat? Dunia aku berhenti, aku menyerah Aku ingin bahagia, bukan untuk menrerima gurat sakit dari takdir yang menjadi keputusanmu Aku ingin cinta, bukan rasa perih saat orang yang kau hadirkan menghilang Dunia aku berhenti, aku meyerah Bukannya tak malu untuk kalah, tapi hati telah memilih yang salah Bukannya tak ingin memperbaiki, sedangkan hati tak mampu lagi menarik diri
All Rights Reserved
#494
kumpulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Lembut Seperti Doa
  • Bait-Bait Semesta
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Segala Tentangmu ❝
  • Menanti dalam istiqomah
  • Lelaki di Tahun 2011 [DONE✔️]
  • Andai bisa
  • Renjana

Disaat dunia hampa oleh perasaan Dan tak ada tempat untuk bercerita Maka diketikanlah puisi pengganti teman Mencoba mengibur manusia dari luka Ketika patah hati semua akan pedih Dan lupa akan kebaikan dunia ini Bahkan hati ini hanya tertuju pada satu titik Titik yang membuatmu patah hati di bumi Ketika senang yang tak mampu terbendung Maka ku buat puisi untuk mengukirmu Mencintai seseorang membuat ku hidup Dan tak lagi hampa oleh awan mendung Pencapaian yg pernah didapat: #3 Lit pada 12.08.2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines