From The Eyes

From The Eyes

  • WpView
    Reads 28,652
  • WpVote
    Votes 1,291
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Thu, May 16, 2019
Mata adalah indera paling jujur pada diri manusia, mungkin mulut tak lagi bisa berbicara namun mata mampu menjawab segalanya . maka tatap la mataku banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu antaranya adalah aku sangat takut kehilanganmu . mungkin telingamu tidak mungkin bisa mendengar saat mataku mengatakannya, tapi aku yakin hatimu pasti merasakannya . Tapi bisa saja keyakinanmu membawa sakit . karena tak sesuai dengan harapan ! Terkadang kita perlu merasakan bahwa Realita dibuat tak semanis harapan . Lebih baik berhenti ! Sepandai pandainya kamu menyimpan harapan yang tidak pasti, cepat ato lambat harapan itu juga yang akan mengahancurkanmu . Namun Cinta tak pernah datang terlambat, dia datang tepat waktu, hanya kita yang terlalu banyak mengharapkan sesuatu . Padahal Cinta tau kapan dia akan pergi dan kapan dia akan datang . Semua itu hanya perlu berdoa, dan Mengiklashkan . :)
Creative Commons (CC) Attribution
#6
faction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bromance [18+] End
  • INDRA CINTA
  • [End] Impossible Possibility
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Crazy Beloved Friend (Completed )
  • [End] Perfectly Imperfect
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Regrets of Love
  • A Hard Love

Jangan lupa follow dulu ya. Lebih baik baca aja dulu, siapa tahu suka. 18+ dan buat yang open minded. . --Favian Jika boleh terlahir kembali, aku ingin lahir seperti Farren: bebas. Tak ada kekangan dari orang tua, harus ijin ini-itu sebelum berbuat sesuatu ataupun keluar rumah. Namun semua hanya anganan. Aku hanya manusia manja yang terbiasa karena terpaksa. --Farren Dari balik diriku yang urakan, tersimpan hati yang rentan. Tersimpan penyesalan akan hidup. Oh Tuhan... mengapa aku harus hidup, mengapa aku harus Engkau ciptakan jika hanya untuk menderita? Katamu, tidak ada satu pun ciptaanmu yang tak berguna. Sedangkan aku? Entahlah. Apalagi Engkau sisipkan cinta yang berbeda pada diriku, hingga membuatku semakin tersiksa. *** Favian dan Farren dua orang yang saling berbeda, tapi saling melengkapi hingga mereka terlibat dalam persahabatan yang sangat dekat. Bahkan sudah seperti saudara. Kehidupan keduanya pun bertolak belakang. Favian yang tumbuh menjadi laki-laki lemah dan manja, berbeda sekali dengan Farren yang urakan dan tegar. Sampai keduanya harus kabur dari rumah karena Favian ingin menemui pacar dunia maya-nya di Bali. Hidup yang sebenarnya pun mereka jalani di sana. Kesulitas dan kesengsaraan mereka rasakan. Perpecahan pun terjadi saat rahasia demi rahasia terbongkar. Apakah keduanya tetap bersahabat hingga akhir hayat? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines