From The Eyes

From The Eyes

  • WpView
    Reads 28,653
  • WpVote
    Votes 1,291
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Thu, May 16, 2019
Mata adalah indera paling jujur pada diri manusia, mungkin mulut tak lagi bisa berbicara namun mata mampu menjawab segalanya . maka tatap la mataku banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu antaranya adalah aku sangat takut kehilanganmu . mungkin telingamu tidak mungkin bisa mendengar saat mataku mengatakannya, tapi aku yakin hatimu pasti merasakannya . Tapi bisa saja keyakinanmu membawa sakit . karena tak sesuai dengan harapan ! Terkadang kita perlu merasakan bahwa Realita dibuat tak semanis harapan . Lebih baik berhenti ! Sepandai pandainya kamu menyimpan harapan yang tidak pasti, cepat ato lambat harapan itu juga yang akan mengahancurkanmu . Namun Cinta tak pernah datang terlambat, dia datang tepat waktu, hanya kita yang terlalu banyak mengharapkan sesuatu . Padahal Cinta tau kapan dia akan pergi dan kapan dia akan datang . Semua itu hanya perlu berdoa, dan Mengiklashkan . :)
Creative Commons (CC) Attribution
#6
faction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunga Untuk Felysia (TERBIT)✔ {#1. KENDRICK SERIES}
  • My Bromance [18+] End
  • INDRA CINTA
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • [End] Impossible Possibility
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • DALAM DETAK (SELESAI)

(COMPLETE) Judul pertama : Rose Sia Highest Rank; #4 in CEO [16-10-2020] Happy Ending ------------------------------------------- Felysia selalu mendapatkan kiriman bunga disetiap harinya tanpa ia tau siapa pengirimnya. Hal ini lah yang membuatnya menjadi penasaran siapa pengirim bunga-bunga itu. Bunga dengan berbagai macam kata-kata yang ditulis dan diselipakan diantara kelopak-kelopak bunga itu membuatnya berpikir keras siapa pengirimnya yang terkesan seperti mengetahui hampir semua tentangnya, bahkan apa yang ia lakukan. Sampai akhirnya ia dipertemukan dengan pengirim bunga itu secara tidak langsung. Saat dia, pria yang tidak ia kenal itu membawanya masuk ke dalam kehidupannya yang di atas rata-rata dan penuh dengan mesteri sepertinya itu. Satu persatu kebenaran mulai terungkap, membuka luka lama yang terlupakan, berjalan dikegelapan dunia mencari penerang yang sulit ditemukan. Akankah Felysia bertekuk lutut dan menyerahkan semuanya untuk pria itu atau ia malah pergi menjauh darinya. Kau akan selalu menjadi milikku sekarang dan selamanya! Karena kau hanya tercipta untuk kumiliki. -Mr D ~06-08-2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines