Penyap
  • WpView
    Reads 447
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 21, 2018
WpInfo
Fanfic
NCT
--- Gaza, si perakit tawa. Jika dapat diibaratkan sebagai warna dan rasa, bagi Trisara, Gaza itu warna jingga yang disuguhkan petang dan dingin yang ditinggalkan hujan. Trisara, penikmat sepi. Ketenangannya menenggelamkan layaknya samudera. Bagi Gaza, Trisara itu air, pemberi dan perampas kehidupan. Saat semesta sibuk berotasi, jarum jam masih setia menyapa angka yang dilewati, dan tahun yang tertulis di kalender sudah berganti. Trisara masih membiarkan dirinya dijajah masa lalu, tunduk patuh pada kenangan yang menjelma menjadi luka. Memaksa Gaza untuk pergi. Penyap, sebuah kisah tentang usaha memperjuangkan, melepaskan dan merelakan. --- ⓒ2018
All Rights Reserved
#861
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Love You My Troublemaker (COMPLETED)
  • Fake Love ✔
  • ALLASSO (END)
  • You Are My Destiny
  • Yang Sama Terulang (Completed) ✓
  • I'm Done [End]
  • My Fireflies!
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines