Human Addiction ✔️

Human Addiction ✔️

  • WpView
    LECTURAS 229,094
  • WpVote
    Votos 1,050
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mié, abr 15, 2026
"Abang nggak capek bersikap sebatu ini pada kita? Bang, kita ini keluarga jika Abang lupa." Yoga menyandarkan punggung pada tembok dengan tangan terlipat di dada. Ekspresinya datar, dan Jerome perlu memejangkan mata untuk menahan diri agar tidak meledak melihat itu. "Dalam segala hal Abang pintar. Dalam segala bidang abang hebat. Lalu kenapa dengan urusan hati abang bodoh? Kenapa Abang terus terusan menyakiti Mama?!" "Bang!" "Jangan berteriak padaku!" Yoga menyentak tak kalah keras. Bola mata serupa itu saling memandang sengit, namun ketajamannya jelas Yoga lebih unggul. "Apalagi mengataiku bodoh jika kamu tidak lebih pintar dariku!" "Setidaknya aku tidak pernah menyakiti orangtuaku. Percuma unggul dalam segala hal jika etika terhadap orang yang lebih tua tidak punya. Sampai kapan abang akan bersikap sedingin ini? Sampai salah satu diantara kami ada yang mati? Iya?" Yoga terkekeh, bukan karena geli. Kekehan itu lebih kepada menutupi luka, dan seberapa besar keinginannya untuk menghajar Jerome membabi buta. "Lo nanya sampai kapan 'kan?" Yoga menggeleng, lantas mundur perlahan. "Sampai gue berhasil menemukan secuil aja kenangan manis bersama mereka di otak gue. Secuil saja, Rom. Dan satu lagi," Yoga mengangkat jari telunjuknya ke udara. "Gue tumbuh besar dalam didikan kakek. Jika lo diajari etika oleh mereka, maka gue cuma diajari gimana caranya unggul dalam segala hal. Tanpa hati, tanpa terkecuali."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Artificial Love
  • Almost Married (END)
  • Moi The Immortal
  • Tigravara : Guardian Of Sumatra
  • By Your Side | 2025
  • The Villain Mother
  • RELATE-TIONSHIT
  • WANTED
  • ENOFNO, Istri Abnormal

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido