Story cover for Sleeping with the devils by Enarosmayanti
Sleeping with the devils
  • WpView
    LECTURAS 86,173
  • WpVote
    Votos 3,019
  • WpPart
    Partes 16
  • WpView
    LECTURAS 86,173
  • WpVote
    Votos 3,019
  • WpPart
    Partes 16
Continúa, Has publicado ene 27, 2018
Pagi ini aku terbangun entah aku bermimpi atau bukan kini aku berasa di istana, tapi entahlah. Padahal aku orang biasa tapi kenapa tiba-tiba aku berada di sini.

Aku menatap ke sekeliling tempat itu. Banyak sekali yang aku heran. Aku menurunkan kakiku, masih terasa mengantuk.
"Dimana aku?" 

Aku menatap seorang pria yang berada di balik pintu, entahlah siapa dia yang pasti aku tak kenal dengannya.
Pria itu mendekatiku dia memelukku.
"Kau sudah bangun honey?" katanya.
Aku masih menatapnya seakan ini nyata, beberapa kali aku kedipkan mataku. Tapi benar dia seorang pria tampan bermata merah, bertubuh tegap dan gagah. Memakai sebuah mahkota di kepalanya, kupikir ini jaman apa.

"Kau siapa?"
Dia mengecupku dan membopongku ke ranjang, dan menidurkan ku di ranjang dengan perlahan.
"Mau apa?" tanyaku.

"Aku suamimu honey, apa kau lupa?" 
Aku masih tak percaya karna setahu aku belum menikah sama sekali punya pacarku belum Bagaimana bisa punya suami, pikirku.
"Ehhh, tunggu mau apa kau!" 
Perlahan dia mendekat padaku dan mencium bibir ku hingga begitu terasa bibirnya yang lembut, aku ingin menolak tapi tubuhku tak menolak. Aku malah membalas ciuman dari pria yang tak aku kenal. Entah kenapa rasanya begitu emmm, nikmat. Padahal itu pertama kalinya aku du ciuman oleh seorang pria.
Dia melepas ciumannya dan kini mencium di leherku.

Omg rasanya brgitu terasa sapuan dari lidahnya di leherku, perlahan ciuman nya melaju ke bagian bawah bagian dada.
Aku yang merasa kaget saat dia memegang dadaku.
"Ehh tunggu, kau mau apa!"
"Bercinta, honey," ujarnya.
Seketika itu juga aku melepasakan diri darinya.
"Oma, aku nga mau! Aku belum nikah, ya ampun ini mimpi atau apa?" teriakku.

Tiba-tiba, aku terbangun dari mimpiku.
"Uh, sialan untung cuma mimpi." kataku berlalu dari tempat tidur menuju westeple.
"Ya ampun, mimpi ko kaya nyata sih." 
Aku membasuh wajahku, membayangkan kejadian di mimpi membuat aku berpikir gesrek.
Entahlah kalau aku menginginkan hal itu.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sleeping with the devils a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Women-Hating Duke Feels Lust Only For One Aristocrat Lady de yesivacika
28 partes Concluida
Jangan khawatir, ayah. Aku akan pergi ke pesta malam ini untuk menemukan cinta sejati. Aku sudah berusia 19 tahun... tidak akan mengejutkan jika aku bertemu dengan orang yang ditakdirkan untukku kapan saja sekarang.." "Julia...Dibutuhkan tiga hari dengan kereta untuk mencapai istana kerajaan. Cobalah untuk tetap diam sebanyak mungkin dan tidak membuat masalah." Tetap diam, katamu?!! Apa sebenarnya yang saya lakukan salah? Calon pengantin pria pertama mencoba menikahi saya untuk mendapatkan pangkat, meskipun memiliki banyak kekasih. Saya hanya mengekspos hubungannya di tempat umum. Yah, saya memang mengumpulkan kekasih yang dia tipu sebagai bukti, tetapi fakta bahwa mereka memukulinya tidak ada hubungannya dengan saya. Pria berikutnya, yang memiliki pangkat Ksatria, dengan bantuan saya menyadari bahwa dia tertarik secara romantis pada pria lain dan pergi dengan gembira sambil berpegangan tangan dengan kekasih prianya. Aku hanya pantas dipuji karena membuatnya menyadari cinta sejatinya. Calon pengantin pria terakhir yang adalah seorang perwira sipil bahkan mencoba membunuhku setelah kesepakatan ilegalnya dengan seorang pedagang pasar gelap terungkap. Saya berhasil melarikan diri dengan lebar rambut, tetapi jika ada, saya pikir itu lebih dari suatu prestasi karena jika terus berlanjut, harga tepung akan melonjak dan banyak orang akan mati kelaparan selama musim dingin. Yah, semua ini...berarti bahwa tidak satu pun dari pria itu adalah orang yang ditakdirkan untukku.
Entahlah Aku Lelah (gxg)  de Zaerr0w
23 partes Continúa
"Terserah kamu Liona, intinya aku gak mau cerai sama kamu." Final Andrea dengan tegas, menolak permintaan Liona yang ia anggap sangat tidak masuk akal itu. "Dan kalau benar pacarmu serius suruh dia ngadepin aku dan kalau bisa rebut kamu dari aku, tapi aku gak bakalan biarin itu terjadi." Ucap Andrea di akhiri dengan senyuman tipis. Hal itu berhasil mengusik Liona, ia yang awalnya berpikir dapat bercerai dengan Andrea dengan mudah ternyata semua pikirannya itu salah. Andrea tetap mempertahankan pernikahan mereka. Ia menatap Andrea dengan penuh emosi yang ingin meledak-ledak di kedua bola matanya. ••• Tidak tahu lagi apa yang akan aku ungkapkan, yang jelas aku lelah. Lelah dengan semuanya. "Mencintaimu bagaikan menabur garam diatas luka yang masih basah." _Andrea Nata Erganzea ⚠WARNING⚠ 🚨🚧‼️ Ini adalah cerita yang seharusnya tidak dibaca oleh kalangan homophobic. Karena cerita ini mengandung unsur gxg/gl/lgbt/pelangi/lesbian/bisexsual/segender/dll. Jadi dimohon untuk yang tidak menyukai genre cerita seperti ini untuk mencari cerita lain yang sesuai dengan keinginan kalian. Karena cerita ini dibuat bukan untuk kalian yang membencinya namun untuk kalian yang menyukai cerita yang sama atau bahkan sedang terjebak di dalamnya. Aku peringatkan untuk tidak mencari tahu lebih dalam jika tidak ingin tersesat semakin jauh dan aku harap kalian yang sedang terjebak juga bisa menemukan jalan keluar yang sedang kalian cari. Terimakasih atas perhatiannya dan selamat menikmati carita.
Lonely Tomorrow  de Reyinss_luu
48 partes Concluida
Kala sinar sang surya kembali menampakan dirinya setelah bersembunyi lama di balik ribuan awan di langit abu-abu. Kini ia kembali menampakan sinarnya yang menyorot langsung ke wajahku yang sedang tertidur. Aku membuka kedua mataku perlahan dan kulihat sinar sang surya sangat terang hingga membuatku merasa silau. "Tidurmu nyenyak?" Suara yang terdengar berat dan lembut itu menyadarkanku. Singkat aku mengerjap guna memulihkan kembali pandanganku yang sempat memburam. Kemudian samar-samar senyuman terukir tipis di wajahku tatkala sudah kulihat jelas wajahnya yang sedang duduk di depanku, tengah memandangku dengan senyum manis nan tampannya. Memiliki kulit putih bersih, rambut hitam lebat, alis tebal, dan mata cokelat indahnya... itulah dia. Kami saling melempar senyum serta saling menatap lekat satu sama lain. Hanya ada kami di sini, di kelas yang kosong pun sunyi. Sunyi yang menenangkan sebab hanya ada kita berdua di dalamnya. Namun, ini hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat indah dan seolah tampak sangat nyata. Kau ada di sini, tepat di depanku, memberikan senyum manismu padaku, tapi aku tak dapat menyentuhmu. Kau tampak nyata padahal sebenarnya kau hanyalah ilusi semata seperti sebuah lukisan indah di dalam air yang jika disentuh dengan seujung jari maka hilanglah sudah lukisan indah itu. Lenyap, tak tersisa. Kau bagai embun yang hanya muncul sesaat di pagi hari lalu menghilang saat matahari menyinari bumi. Begitulah dirimu. Setiap mengingat momen-momen indah bersamamu saat masa remaja, membuatku selalu merasa seperti kembali ke masa itu. Di masa kita saling mengenal dan melakukan banyak hal bersama. Aku ingin kembali ke masa itu dan kembali mengingatmu. Ya dirimu, yang entah kapan akan kembali. [ cover by : Pinterest ]
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Women-Hating Duke Feels Lust Only For One Aristocrat Lady cover
CEO itu Mantanku cover
𝐉𝐚���𝐧𝐝𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐬𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧  cover
3. Cerita Etalase dan Tempat Tidur GXG (END) cover
DEFEND US cover
Entahlah Aku Lelah (gxg)  cover
Lonely Tomorrow  cover
Angel To Raya (END) cover
PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN cover
Let Me In (COMPLETED) cover

Women-Hating Duke Feels Lust Only For One Aristocrat Lady

28 partes Concluida

Jangan khawatir, ayah. Aku akan pergi ke pesta malam ini untuk menemukan cinta sejati. Aku sudah berusia 19 tahun... tidak akan mengejutkan jika aku bertemu dengan orang yang ditakdirkan untukku kapan saja sekarang.." "Julia...Dibutuhkan tiga hari dengan kereta untuk mencapai istana kerajaan. Cobalah untuk tetap diam sebanyak mungkin dan tidak membuat masalah." Tetap diam, katamu?!! Apa sebenarnya yang saya lakukan salah? Calon pengantin pria pertama mencoba menikahi saya untuk mendapatkan pangkat, meskipun memiliki banyak kekasih. Saya hanya mengekspos hubungannya di tempat umum. Yah, saya memang mengumpulkan kekasih yang dia tipu sebagai bukti, tetapi fakta bahwa mereka memukulinya tidak ada hubungannya dengan saya. Pria berikutnya, yang memiliki pangkat Ksatria, dengan bantuan saya menyadari bahwa dia tertarik secara romantis pada pria lain dan pergi dengan gembira sambil berpegangan tangan dengan kekasih prianya. Aku hanya pantas dipuji karena membuatnya menyadari cinta sejatinya. Calon pengantin pria terakhir yang adalah seorang perwira sipil bahkan mencoba membunuhku setelah kesepakatan ilegalnya dengan seorang pedagang pasar gelap terungkap. Saya berhasil melarikan diri dengan lebar rambut, tetapi jika ada, saya pikir itu lebih dari suatu prestasi karena jika terus berlanjut, harga tepung akan melonjak dan banyak orang akan mati kelaparan selama musim dingin. Yah, semua ini...berarti bahwa tidak satu pun dari pria itu adalah orang yang ditakdirkan untukku.