Sleeping with the devils

Sleeping with the devils

  • WpView
    Leituras 86,186
  • WpVote
    Votos 3,019
  • WpPart
    Capítulos 16
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, ago 25, 2020
Pagi ini aku terbangun entah aku bermimpi atau bukan kini aku berasa di istana, tapi entahlah. Padahal aku orang biasa tapi kenapa tiba-tiba aku berada di sini. Aku menatap ke sekeliling tempat itu. Banyak sekali yang aku heran. Aku menurunkan kakiku, masih terasa mengantuk. "Dimana aku?" Aku menatap seorang pria yang berada di balik pintu, entahlah siapa dia yang pasti aku tak kenal dengannya. Pria itu mendekatiku dia memelukku. "Kau sudah bangun honey?" katanya. Aku masih menatapnya seakan ini nyata, beberapa kali aku kedipkan mataku. Tapi benar dia seorang pria tampan bermata merah, bertubuh tegap dan gagah. Memakai sebuah mahkota di kepalanya, kupikir ini jaman apa. "Kau siapa?" Dia mengecupku dan membopongku ke ranjang, dan menidurkan ku di ranjang dengan perlahan. "Mau apa?" tanyaku. "Aku suamimu honey, apa kau lupa?" Aku masih tak percaya karna setahu aku belum menikah sama sekali punya pacarku belum Bagaimana bisa punya suami, pikirku. "Ehhh, tunggu mau apa kau!" Perlahan dia mendekat padaku dan mencium bibir ku hingga begitu terasa bibirnya yang lembut, aku ingin menolak tapi tubuhku tak menolak. Aku malah membalas ciuman dari pria yang tak aku kenal. Entah kenapa rasanya begitu emmm, nikmat. Padahal itu pertama kalinya aku du ciuman oleh seorang pria. Dia melepas ciumannya dan kini mencium di leherku. Omg rasanya brgitu terasa sapuan dari lidahnya di leherku, perlahan ciuman nya melaju ke bagian bawah bagian dada. Aku yang merasa kaget saat dia memegang dadaku. "Ehh tunggu, kau mau apa!" "Bercinta, honey," ujarnya. Seketika itu juga aku melepasakan diri darinya. "Oma, aku nga mau! Aku belum nikah, ya ampun ini mimpi atau apa?" teriakku. Tiba-tiba, aku terbangun dari mimpiku. "Uh, sialan untung cuma mimpi." kataku berlalu dari tempat tidur menuju westeple. "Ya ampun, mimpi ko kaya nyata sih." Aku membasuh wajahku, membayangkan kejadian di mimpi membuat aku berpikir gesrek. Entahlah kalau aku menginginkan hal itu.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • You and I, are Destiny (Menikah Karena Dijodohkan)
  • 3. Cerita Etalase dan Tempat Tidur GXG (END)
  • DEFEND US
  • Stuck WIth You! (Tamat)
  • You're Here, But Not For Me
  • Angel To Raya (END)
  • Entahlah Aku Lelah (gxg)
  • Lonely Tomorrow
  • 𝐉𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐬𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧
  • Suami Sempurna 21 +

"Kyaaaaaaaa!!" "Aku hanya penasaran, sebenarnya apa yang membuatmu sampai menjerit hingga mama dan papa harus repot-repot berlarian kesini dengan panik seperti tadi." "Tutupi tubuhmu! Atau aku akan terus menjerit setiap bangun tidur .." "Hey ayolah! Semalam aku merasa gerah dan lagi pula aku terbiasa tidur tanpa memakai atasan seperti ini." Cerita ini mengandung content 19++ Note : Sumber pict untuk cover diambil dari Pinterest.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo