Story cover for OLLA by virgoses
OLLA
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jan 27, 2018
Mungkin kebanyakan gadis jaman sekarang lebih gemar bermakeup tapi berbeda dengan olla dia lebih gemar gonta-ganti warna rambut ketimbang makeup. Kebiasaanya itu mulai muncul sejak dia mengenal seorang lelaki yang bernama arsen siahaan dia adalah pria yang sudah meninggalkan banyak luka di hati olla. Tetapi sejak seorang wisnu sanjaya muncul di hidup olla semuanya berubah, kini hatinya perlahan mulai sembuh dan mengenal cinta lagi berkat wisnu. Sayangnya kebagiaan itu tidak bertahan lama olla terpaksa menerima arsen menjadi pacarnya lagi karena sekilas ingatan di masalalu nya muncul. Lantas siapakah nantinya yang akan dipilih olla? 
Arsen : lelaki yang sudah memberikannya luka lalu menawarkan sebuah janji manis atau, 
Wisnu : sosok lelaki yang tiba-tiba muncul dan membuat dunianya lebih berwarna
All Rights Reserved
Sign up to add OLLA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Tokoh Utama by MailaIsnaFadhea
21 parts Complete
" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.
You may also like
Slide 1 of 9
syzygy: Garis Bintang cover
HIDAYAH CINTA UNTUK ZHAFIRA (TERBIT) cover
Amanda & Bima [TERBIT] cover
My Home ✔ (KARYAKARSA) cover
Kenapa Harus Dia? cover
Perjalanan cinta Khumaira cover
Tokoh Utama cover
MOON GRAVITY (Completed Edit) cover
"GUZ KUTUB  PILIHAN ABI" cover

syzygy: Garis Bintang

13 parts Complete

"Kamu manis, wajib beli danusan manis, biar extra manis." Ujar Vikram. "Kalau kamu, suka yang manis?" Balas Wisnu. "Suka," Jawaban Vikram sesuai prediksi Wisnu, namun saat hendak mengeluarkan kalimat, Vikram meneruskan kalimatnya, "makanya aku suka kamu." Sudah seminggu berlalu sejak Vikram menyatakan rasa suka pada Wisnu di depan Gedung Konseling yang menurut Wisnu tidak romantis sama sekali, dan selama seminggu itu Vikram makin terang-terangan. Ketika bertukar pandang di kelas, tidak lagi Vikram membuang pandang, yang ada balas senyuman menawan yang hanya bisa Wisnu balas dengan gelengan kepala. Susu Mbok Darmi yang sebelumnya satu kafetaria ditraktir kini hanya sampai di Wisnu yang terkadang dibumbui catatan kecil lewat sobekan kertas bergaris biru muda seperti "Makan siang yang kenyang! Biar energi kamu ga abis :)" atau "Berhenti menggemaskan, Kak, atau aku terkam" dan lain sebagainya yang kebanyakan tak Wisnu hiraukan. Senyum nakal yang sesekali Vikram berikan sesaat bertukar pandang dengan Wisnu tidak bisa ditoleransi. Persetan dengan pertandingan, ada getar di badan Wisnu dan pikiran berkecamuk, satu pertanyaan muncul dibenaknya, 'apa aku ada ketertarikan pada lelaki?'