OPPA NEXT DOOR
  • Reads 2,049
  • Votes 231
  • Parts 11
  • Reads 2,049
  • Votes 231
  • Parts 11
Complete, First published Jan 27, 2018
OPPA NEXT DOOR (terinspirasi Dari Sebuah Web Drama Yang Berjudul "EXO NEXT DOOR").
Tetapi dalam karya ini, ceritanya akan sedikit berbeda dari EXO NEXT DOOR.

OPPA IN YOUR AREA!!! 
kebayang gak, kalo lo bakal tetanggaan sama bias lo sendiri...? 
kalo gw sih gak bisa ngebayanginnya. 
mungkin kata lo "Its Impossible" ya kan?  gak mungkin banget. 
Tapi kalo lo baca story ini, semuanya mungkin-mungkin aja sih. 
.
Cekidoottt..... 😉
All Rights Reserved
Sign up to add OPPA NEXT DOOR to your library and receive updates
or
#924do
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Dosa Ku cover
Stars Behind the Darkness (End) cover
He Fell First and She Never Fell? cover
Kesayangan Bunda cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
antagonis wife [TERBIT] cover
After Graduation cover
Second Best [ RONY X SALMA ] cover
Fiction -sungjake✔ cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.