Bangtan & Me

Bangtan & Me

  • WpView
    Leituras 308
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Capítulos 15
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, fev 27, 2018
WpInfo
Fanfic
BTS
Sesuatu telah terjadi di kehidupanku... Tak pernah kubayangkan sebelumnya jika kekacauan di dalam diriku telah membawaku ke dalam kehidupan mereka. Tapi kenapa harus mereka?... Aku tidak bisa memendam ini terlalu lama karena akhirnya aku dan mereka akan berpisah Ya, mereka... Yang telah membuatku bahagia dan..."JATUH CINTA" Tapi dengan siapa aku jatuh cinta? haruskah semuanya? tujuh? yakinkah diriku bisa berbagi cinta pada mereka bertujuh? apa yang harus aku lakukan? tolong bantu aku... Sebagian chapter di private untuk beberapa alasan, silahkan follow terlebih dulu untuk kenyamanan membaca
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • forced
  • Why Must Me?✅
  • Road of Youth
  • MORALLESS
  • Under Suit ✓
  • Under Shades ✓
  • FORGIVE ME [PJM] COMPLETE
  • Love In a Spring Day
  • The Rain [SoonHoon]

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo