Reason My Heart To Jannah

Reason My Heart To Jannah

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 25, 2018
Segela nikmat yang dirasakan saat ini adalah hanya milik allah. Niat yang luar biasa hebatnya harus dihadapi dengan sikap yang luar biasa juga. Malahan aku sudah niat jika aku sudah baligh aku berniat untuk berhijrah. Tentu saja, niat itu tidak didapatkan dengan mudah. Ada banyak sekali rintangan yang dihadapi. Apalagi lingkungan dan pergaulan bahkan menjadi sasaran empuk untuk melakukan perubahan itu. Dalam hadist al-bukhori : jika hambaku mendekatiku sejangkal, aku akan mendekatinya sehasta, jika hambaku mendekatiku sehasta, aku akan mendekatinya sedepa, jika hambaku datang dengan berjalan, aku mendekatinya dengan berlari. Hijrah itu berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lebih baik. Namun keyakinan aku, hijrah itu adalah perubahan sikap yang awalnya berpakaian terbuka, cara bicara belum mencerminkan sebagai seorang muslimah dan cara membuka diri untuk lebih dalam melakukan perubahan itu. Nah, saya berhijrah dengan memakai baju menutup aurat dan tidak bercadar. Dan dari proses yang dulunya belum mengenal al-quran dan aturan allah SWT sehingga mulai dari sekarang mengenal perintah allah SWT dan rasulnya.
All Rights Reserved
#530
jangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • TAKDIR YANG TAK TERDUGA [TERBIT]
  • Pahala Surgaku✓
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • [✓] HAZA || END
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]
  • Sang Ilham
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • BERHIJRAH atau TIDAK
  • Saat Cinta Membawa Ke Surga

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines