S P O I L E R

S P O I L E R

  • WpView
    LECTURAS 359
  • WpVote
    Votos 50
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 27, 2018
"Are you forgotten because you're busy? Or are you busy forgetting?" Cerita ini tentang Barka yang membekukan hatinya, tentang Keira yang mencoba mencairkannya. Dan, tentang Rogas yang hadir di antara mereka untuk memenangkan hati Keira. Cerita ini tentang Keira dan Barka yang membuat sebuah jarak juga dinding dalam hubungan mereka hanya untuk menghilangkan rasa jenuh Barka. Cerita ini tentang Keira yang mengetahui ada satu hal yang lebih buruk dari perpisahan.
Todos los derechos reservados
#147
bosan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Fourple Of Love
  • ALBAR
  • Andira [End]
  • Shafael's
  • Bukan Cerita Kita
  • The Real Of Me
  • Why Not Me (Completed)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Diary Kiara (On Going)

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido