Puisi Hati (Yang Terluka)

Puisi Hati (Yang Terluka)

  • WpView
    Lecturas 635
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 10, 2018
WpInfo
Poesía
Untukmu yang dekat, namun tak terikat. Untukmu yang aku tunggu, namun tidak tau. Untukmu dan harapan tinggiku, yang nyatanya sebuah delusi. Untukmu yang pernah ada, namun perlahan sirna. Menulis semua puisi ini, bukan hanya karena rindu. Bukan hanya mau kau tau. Diatas semuanya, aku mengabadikan cerita kau dan aku, yang telah menjadi kau dan dia. Yang dahulu buatku bahagia, dan kini buatmu bahagia. Mungkin kau tak sadar telah merajut banyak kenangan. Mungkin dirimu tak menganggap penting diriku yang merasa istimewa. Mungkin kau tak tau apa-apa, karena memang diriku yang jarang berkata-kata. Disini, aku biarkan hatiku kembali bercerita. Membuka perasaan yang dulu dipendam, karena takut engkau pergi kecewa. Kini kau telah benar-benar pergi, meninggalkan hatiku yang sudah berani. Bacalah agar engkau mengerti.
Todos los derechos reservados
#156
breakup
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kata Terpendam
  • PROSA
  • Diksi Dalam Sepi
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Poetry Sad
  • Rayhan: sebelum hati berani pulih
  • Sasmita Nivriti
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)

[COMPLETED] Mungkin hanya dengan inilah aku mampu bersuara. Sebab aku tak tahu harus bagaimana ketika diperhadapkan denganmu, Semoga kamu mengerti, Namun jika tidak, abaikan saja semua kata ini. Cover by @alka_lekha RANK : #41 in Poetry on 30/07/18

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido