Earth is Ours

Earth is Ours

  • WpView
    Dibaca 662
  • WpVote
    Vote 158
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 6, 2018
WpInfo
Fiksi
Fiksi Ilmiah
Endless War telah berakhir. Kehancuran adalah cerminan bumi saat ini. Keindahan itu berubah menjadi sebuah kebinasaan. Semuanya itu tinggal kenangan. Manusia yang sebelumnya kehilangan harapan mulai beranjak membenahi segalanya di bumi, menghadirkan kembali kehidupan yang selama ini telah hilang, menjadi sebuah kebahagiaan yang tak ternilai oleh apapun. Hingga suatu ketika, kedamaian manusia terusik oleh suatu entitas berteknologi luar biasa yang jauh dari tata surya, menembus debu kosmik dan hamparan waktu. Manusia berusaha mencari tahu, tapi semua punya batasan. Hanya dua hal yang dapat diketahui manusia saat itu, hidup atau mati. Highest Rank : #38 (February 3th, 2018) "Copy Paste is just for the weak!" Copyright© 2018
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#83
bjpw
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • ROYAL PRINCE 1: THE STORY OF DREAMERS!
  • MONTEROS: CITY OF SILENCE [√]
  • SURVIVORS : THE END OF WORLD
  • [End] Nightfall
  • Birunya Angkasa [Wanna Fly?]
  • After War Season 1 [LOST SAGA]
  • Life of Guardians | Vol.1 (Complete)
  • 🚨The sun in the dark sky🚨

Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan