-Thara-

-Thara-

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 6, 2018
Sebuah ukiran kata kata yang membentuk rangkaian kalimat. Berisi sebuah kejadian yang tak terduga. Bahkan,aku pun yang mengalaminya tidak percaya sampai sekarang Ya, aku tidak percaya bahwa setiap hari pikiran ku terus menerus tiada henti tertuju padanya. Mungkin saja rasa sayang ku waktu itu melebihi rasa sayang dia padaku. Karena, ia telah membuat ku benar benar menaruh rasa sayang yang begitu besar. Dan jujur, aku benar benar jatuh cinta se jatuh jatuh nya pada saat itu dan sampai kapan pun padanya. LU PAKE APAAN BEGO GUE JADI KAYAK GINI?! KALO PANDANGAN GUE GA BISA LEPAS DARI LU TANGGUNG JAWAB BODO! :)
All Rights Reserved
#5
thara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Cuaca
  • ON SIGHT (Completed)
  • BOY FRIEND- PCY & Krystal Jung [TAMAT]
  • ARGA [TAMAT]
  • TIME
  • Sasa
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Cinta Jadul Bersemi Kembali (CJBK)  [TAMAT]
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines