Ku Tunggu Kau Di Tanjung Puting

Ku Tunggu Kau Di Tanjung Puting

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 3, 2018
Takdir selalu saja menyebalkan, dia dengan tega membuatku menunggumu. Bagiku menunggumu sangat melelahkan, aku membenci hal seperti itu. Aku tidak bisa terlalu jauh darimu, menahan rindu yang ingin membunuhku. Membunuhku dengan perlahan, tapi pasti. Membunuh perasaanku dengan kejam. Apakah ini yang namanya cinta?
All Rights Reserved
#5
destinasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Crossed Paths (MilkLove-Short Story)
  • Cinta (Bukan) Kita
  • SANDYAKALA ANGKASTA
  • Gravity (MilkLoveTu)
  • Jarak dan Rindu (END)
  • Gravity 2.0 (Sequel)
  • Love Is Mysterious  {End} ✔
  • Cinta di Garis Takdir

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines