Too Good To Miss

Too Good To Miss

  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2018
Pagi yang cerah diawal musim semi, seorang wanita berdiri di depan jendela menikmati udara segar di pagi hari ini. Tiba-tiba terdengar suara orang yang mengetuk pintu dan berkata, "Mrs.Heeren, jangan sampai kau melewatkan sesuatu yang penting malam ini." Ucap seseorang lelaki dari bilik pintu yang tertutup. Tanpa memperdulikan orang yang berbicara tadi, Heeren langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan kemudian menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya. "Aku lelah, aku ingin beristirahat hari ini, jikalau ada orang yang mencariku bilang saja aku sedang tidak ada dirumah, dan batalkan pertemuan dengan Mr.Amor malam nanti bilang aku sedang tidak enak badan." Ttt-ap- belum sempat orang itu berbicara, Heeren memotongnya terlebih dahulu. "Selesaikan apa yang sudah aku perintahkan kepadamu, dan lekaslah kau pergi aku ingin beristirahat." "Baik Nona" jawab laki-laki tersebut.
All Rights Reserved
#57
bastard
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • Di Masa SMP Ku
  • Toxic Relationship
  • SOLITUDE
  • Promise Me ( END )
  • AMORE (Strong Woman)
  • Arion (End)

Peringatan: Rate: 21+ Harap bijak dalam memilih bacaan. "Aaah ...." Sebuah desahan lolos dari bibir seorang wanita ketika seorang pria kini sedang mencumbu mesra dirinya. Wanita yang sedang duduk di atas pangkuan pria itu terus mendesah nikmat dengan mulut yang terbuka ketika pria itu tengah mencumbu bagian lehernya. "Ah ... Terus!" desahnya bahkan sebelum pria itu memasukkan miliknya. "Sepertinya kita butuh kamar, honey," bisik sang pria dengan suara serak dan beratnya, benar-benar sangat sexy sekaligus menggairahkan, membuat si wanita bergidik merasakan aura sang pria. ***** Manora James, seorang wanita yang sangat mencintai Aldrich Hamilton, yang tak lain merupakan kekasihnya sejak bangku perguruan tinggi. Keduanya memilih menikah ketika Aldrich memiliki pekerjaan tetap di perusahaan milik keluarganya. Namun, semakin hari sesak semakin menyelimuti hatinya. Bagaimana tidak, Aldrich yang dulunya sangat perhatian dan sangat mencintainya kini berubah menjadi dingin dan tak tersentuh olehnya. Jangan lupakan kebiasaan pria itu yang kini lebih senang menghabiskan waktu di luar dengan para wanita bayaran. Perlahan Manora mulai bertanya, apa dirinya harus bertahan di tengah dinginnya pernikahan mereka atau memilih pergi dan melupakan segala sakit yang membelenggunya. Manora dilema, antara bertahan dan pergi, apa yang harus ia pilih?

More details
WpActionLinkContent Guidelines