Di Balik Tirai Pesantren

Di Balik Tirai Pesantren

  • WpView
    Reads 390
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 28, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Hidup di pesantren bukanlah sesuatu yang asing bagi Alysa. Tetapi, bagaimana jika dia harus hidup di tempat yang jauh dari orang tua nya? Akankah dia sabar dalam menghadapi semua lika - liku kehidupannya di pesantren? . . . . Happy reading....... Jangan lupa vote dan commentnya❤
All Rights Reserved
#8
lillahitaala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Muallaq (End)
  • Gus Halalku
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • Cinta Dalam Istikharah
  • Secretly Yours
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • Love Story You & Me
  • Halalkan Atau Tinggalkan

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines