Goresan Kalbu

Goresan Kalbu

  • WpView
    Leituras 1,290
  • WpVote
    Votos 146
  • WpPart
    Capítulos 60
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, abr 9, 2019
WpInfo
Poesia
Tak semua luka memilih berdarah. Sebagiannya tumbuh menjadi rindu, menjelma menjadi diam, lalu hidup sebagai aksara yang tak pernah sempat terucap. Goresan Kalbu adalah rumah bagi setiap hati yang pernah patah, setiap rindu yang kehilangan temu, dan setiap jiwa yang sedang belajar mengikhlaskan. Mungkin tidak semua tulisan di dalamnya mampu menyembuhkan, tetapi semoga setiap goresan dapat menemanimu melewati hari-hari yang terasa begitu berat. Karena pada akhirnya, setiap luka memiliki ceritanya sendiri. Selamat datang di Goresan Kalbu karya Aksaramia Strata.
Todos os Direitos Reservados
#245
patah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • ENDING SCENE (JIMINX YOU)
  • Can't have
  • Ketika Cinta Harus Berakhir {COMPLETED}
  • Dari Hati [Quotes]
  • Bukan Kita D.A.N
  • Senja Dan Rindu
  • broken heart (Kim Seokjin)
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • ANOTHER LOVES -END-

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo