Titik Nyaman

Titik Nyaman

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 31, 2018
WpInfo
Non-Fiction
• Karena untuk jatuh cinta aku hanya perlu berdialog berlama-lama denganNYA Tentu saja, aku tak mau jika cara mencintaiku salah, seperti katamu juga Menurutku cinta itu harus memiliki komitmen, usaha dan kesabaran Lalu katanya, Adakah yang kamu takutkan perihal cinta manusia ? Kini, aku kembali mengayuh pedal sepeda seperti yang sudah-sudah Bukan letih yang kurasa tapi sebuah rasa yang begitu lapang di dalam jiwa Cinta itu membebaskan, Katanya Aku menikmati setiap canda dan tawa Keikhlasan itu memenuhi hatiku tanpa perlu lagi aku merasa resah dan gelisah Aku masih berbahagia Disini, dihati ini Dan menunggumu tidak serumit itu rupanya Karena sebelum kamu datang aku bisa berlari-lari kecil menghibur diri pada setiap kesempatan yang ada FF Januari Tiga Satu, 12:32
All Rights Reserved
#54
bukan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • 𝑴𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊𝒎𝒖, 𝑳𝒖𝒌𝒂 𝑩𝒂𝒈𝒊𝒌𝒖✓
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • Sekali Lagi (End)
  • Promise
  • My Diary
  • Cahaya Dari Luka
  • N O R A [on going]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines