Toska
  • WpView
    Reads 3,192
  • WpVote
    Votes 373
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 18, 2019
Toska (n) melankolis. Perasaan jiwa yang lelah. Jeon Reisha hampir menyerah pada hidupnya. Kesakitan bertubi-tubi menyerangnya setiap waktu hingga mempertemukannya dengan sosok Kim Taehyung-pemuda yang gemar memakai hoodie hitam lengan panjang. Keduanya tak jauh berbeda, mereka merindukan rumah. Hanya saja kenyataan sangat begitu memuakkan. Rumah yang mereka impikan tak seindah bayangan mereka, bahkan sekolah yang seharusnya menjadi penolong hanya bisa membuat mereka semakin menderita. copyright © bubblesyoon, 2018.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • Sacrifice>KTH
  • Last Kiss For You || Jeon Jungkook
  • Me vs Jendral ] END✔️]
  • OUR HOME [JUNGHWANXDOYOUNG] 🔞
  • ✔Mine [ BangLyz ]
  • PARADIGMA
  • Insane Love
  • [✔] UNTOUCHABLE || Brothership
  • SO FAR AWAY

Hingga Tak Ada Lagi Luka Jungkook tumbuh dengan luka-luka yang tak terlihat-bukan hanya di kulitnya, tapi jauh lebih dalam, menyesakkan hingga ke relung jiwanya. Senyumnya terlalu lebar untuk menjadi nyata, tawanya terdengar seperti pelarian. Ia menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu, seakan dunia ini terlalu kejam untuk memberinya ruang bernapas. Taehyung tidak pernah berniat ikut campur. Awalnya, ia hanya melihat Jungkook sebagai anak yang keras kepala, penuh misteri, dan sulit didekati. Tapi semakin ia memperhatikan, semakin sulit baginya untuk berpaling. Ada sesuatu di balik mata gelap itu-sesuatu yang berteriak minta pertolongan meski bibirnya selalu mengatakan "Aku baik-baik saja." Ketika kebenaran mulai terungkap, Taehyung dihadapkan pada pilihan: mundur dan membiarkan Jungkook menghadapi semuanya sendiri, atau bertahan, meskipun itu berarti menyeret dirinya ke dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang ia bayangkan. Namun, seberapa jauh seseorang bisa bertahan sebelum akhirnya menyerah? Seberapa banyak luka yang bisa mereka tanggung sebelum semuanya runtuh-hingga tak ada lagi yang tersisa? Tapi mereka tahu satu hal: mereka tidak akan membiarkan luka-luka itu menang. Bersama, mereka berjanji akan bertahan. Bukan hanya untuk satu sama lain, tapi juga untuk diri mereka sendiri. Karena kali ini, mereka tidak akan berjalan sendirian. - BROTHERSHIP YE BUKAN BL! Don't copy my story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines