Secangkir Coklat Rindu

Secangkir Coklat Rindu

  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 18, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kau tau? Secangkir coklat mampu meredakan amarah. Ketika hati tak singkron dengan otak, ia akan membawa kedamaian dalam tenangmu. Hingga pada suatu titik aku harus menentukan sebuah pilihan. Melupakan mungkin jalan yang sempat aku lewati, namun di tengah perjalanan aku mulai bimbang dan tekadku kau usik dengan hati yang dalam. Kembali kau gores kenangan yang pernah melekat, yang sempat aku lupakan dan orang lain yang membuatku menghapus memori itu. Lantas untuk apa kau pergi jika akan hadir lagi? Aku lelah diberi harapan lalu kau sesuka hati memudarkan harapan itu. Yang perlu kau tau, aku lebih mencintai pria yang bisa menghargai keberadaanku. Bukan yang singgah, lalu pergi tanpa jejak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • You and Our Memories
  • Di Balik Kacamata [END]
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Echoes Of Goodbye (END)
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME)
  • MEMORY LOSS ' (BYEON WOOSEOK) [END]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines