Secangkir Coklat Rindu

Secangkir Coklat Rindu

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 18, 2023
Kau tau? Secangkir coklat mampu meredakan amarah. Ketika hati tak singkron dengan otak, ia akan membawa kedamaian dalam tenangmu. Hingga pada suatu titik aku harus menentukan sebuah pilihan. Melupakan mungkin jalan yang sempat aku lewati, namun di tengah perjalanan aku mulai bimbang dan tekadku kau usik dengan hati yang dalam. Kembali kau gores kenangan yang pernah melekat, yang sempat aku lupakan dan orang lain yang membuatku menghapus memori itu. Lantas untuk apa kau pergi jika akan hadir lagi? Aku lelah diberi harapan lalu kau sesuka hati memudarkan harapan itu. Yang perlu kau tau, aku lebih mencintai pria yang bisa menghargai keberadaanku. Bukan yang singgah, lalu pergi tanpa jejak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • a New Chapter
  • Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME)
  • MEMORY LOSS ' (BYEON WOOSEOK) [END]
  • Di Balik Kacamata [END]
  • Dreams Come True [END]
  • My Little Monster - Completed
  • You and Our Memories
  • Ratusan Hari Mencari Hati

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines