Pluviophile

Pluviophile

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 6, 2024
Milka adalah gadis remaja pada umumnya, yang memiliki mimpi mengukir kisah remaja yang indah. Salah satunya adalah memiliki pacar badboys, berkharakter dingin dan penuh dengan kata-kata romantis, namun terpaksa harus mengubur dalam-dalam mimpinya itu semenjak ia bertemu dengan kakak tingkat super nyebelin di kampusnya. Daffi -- laki-laki yang memiliki jutaan pesona untuk menarik hati lawan jenisnya, ditambah dengan predikat tajir dibelakang namanya. Harus kewalahan saat menghadapi Mahasiswa baru yang dipaksanya menjadi upik abu pribadinya itu, gadis itu ibarat air yang tersentuh namun sulit untuk digenggam. Disaat semua orang berbodong-bondong untuk bisa berdekatan dengan Daffi disitulah Milka berusaha mati-matian menghindari laki-laki bernama Daffi tersebut. Disaat Daffi melangkah untuk mengejar disaat itulah Milka mati-matian lari untuk menghidar. . . . So, enjoyed.
All Rights Reserved
#186
dramakorea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TRAUMATIC. [THE END]#ODOC #ODOCTheWWG
  • Awas Jatuh Cinta
  • DabLove [Completed]
  • Benci Jadi Cinta [On Going]
  • Cinta Pertama Ophelia
  • Cinta Dalam Diam
  • Kisah Klasik Romansa SMA
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Remia anatha

"Aku benci...tidak, aku takut jatuh cinta. Lagi." Cella benci pacaran. Dia tidak percaya dengan cinta, baginya itu semua hanya omong kosong belaka. Pada akhirnya, akan jatuh lagi, patah hati lagi. Dia menolak semua cinta yang datang padanya. Membuat dinding dalam dirinya sendiri. Sampai dua makhluk asing datang dalam hidupnya. Memberikan cinta padanya, mencoba menghancurkan dinding yang sudah Cella pertahankan bertahun-tahun. Tapi, ada yang aneh dengan dua makhluk asing ini. Bukan, mereka bukan alien. "Suatu hari nanti, aku akan membuka hatimu. Tunggu saja." "Aku akan menunggumu, sampai kamu sudah menghancurkan dinding hatimu sendiri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines