Buku Harian

Buku Harian

  • WpView
    Reads 504
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 8, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Senja. Sore itu aku berdiri di balik senjanya hari, aku menatap rembulan yang seakan-akan ingin menghardik ku.. Kemudian aku mulai berjalan meninggalkan jejak kesepianku dikota kelahiranku, dimana semua kenangan dan semua cerita pernah terukir indah dikota ini.. Namun kesunyian malam telah menyelimuti hatiku yang terlihat gundah dimakan oleh sang waktu hanya bintang malamlah yang menemaniku dan menerangi jalanku... Oh senja.. Aku meratapi hari dibalik kesunyianmu... Aku meratapi hidupku dibalik kegelapanmu... Dan aku meratapi kesepianku dibalik ruang dimensiku.. Oh senja.. Akankah dia mengerti bagaimana hati ini berkecambuk didalam ruang hatiku.... Akankah dia tau bagaimana rasanya hati ini hancur saat melihat dia bersama yang lain.. Oh senja.. Apa benar semua ini adalah cinta? Apakah benar cinta itu hanyalah fatamorgana? Kenapa disaat semua ini terjadi dikehidupanku, cinta malah meninggalkanku pergi bersama dengan yang lain. Dan akhirnya aku bisa hidup dengan duniaku saat ini..
All Rights Reserved
#677
bestseller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Senja yang Tersamarkan (COMPLETED)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Senja Yang Tak Kembali
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Langit.
  • Berlian Kagastra
  • Senja dan Jingga
  • Antara Aksara dan Kata

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines