Buku Harian

Buku Harian

  • WpView
    Reads 503
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 8, 2018
Senja. Sore itu aku berdiri di balik senjanya hari, aku menatap rembulan yang seakan-akan ingin menghardik ku.. Kemudian aku mulai berjalan meninggalkan jejak kesepianku dikota kelahiranku, dimana semua kenangan dan semua cerita pernah terukir indah dikota ini.. Namun kesunyian malam telah menyelimuti hatiku yang terlihat gundah dimakan oleh sang waktu hanya bintang malamlah yang menemaniku dan menerangi jalanku... Oh senja.. Aku meratapi hari dibalik kesunyianmu... Aku meratapi hidupku dibalik kegelapanmu... Dan aku meratapi kesepianku dibalik ruang dimensiku.. Oh senja.. Akankah dia mengerti bagaimana hati ini berkecambuk didalam ruang hatiku.... Akankah dia tau bagaimana rasanya hati ini hancur saat melihat dia bersama yang lain.. Oh senja.. Apa benar semua ini adalah cinta? Apakah benar cinta itu hanyalah fatamorgana? Kenapa disaat semua ini terjadi dikehidupanku, cinta malah meninggalkanku pergi bersama dengan yang lain. Dan akhirnya aku bisa hidup dengan duniaku saat ini..
All Rights Reserved
#678
bestseller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Senja dan Jingga
  • SENJA KU SENJA MU
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Berlian Kagastra
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Antara Aksara dan Kata
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines