PELANGI KACA

PELANGI KACA

  • WpView
    Membaca 6,036
  • WpVote
    Vote 497
  • WpPart
    Bab 150
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 3, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
HIMBAUAN !!!! SYARAT MEMBACA KUMPULAN QUOTES BERIKUT ADALAH : 1. TIDAK ADA SYARAT. -Kumpulan Quotes dua manusia yang dimabuk Aksara-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Maaf' (Revisi)
  • Rahasia Hati (END)
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Baper Story [END]
  • PARAPET
  • Love And Hate (TERBIT)✔️
  • Daily Quotes
  • Syahid Cinta

Hari hariku akan segera di mulai atau malah akan berakhir secepat itu? Ini yang dinamakan fajar atau senja? Ini jalanmu atau jalanku? Aku ingin berhenti dari semua fantasi ini Maaf..... Kumohon lupakan aku.... Semua tentangku ••• "kenapa ibu nggak pernah jujur sama aku selama ini?"ucap Nita yang telah berlinang air mata. Hatinya seketika hancur ketika mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan ibunya. "Maafin ibu, ibu takut jika kamu akan pergi ninggalin ibu''ucap Ranti yang tak bisa menahan air mata yang semula dibendungnya. "Tinggalkan aku, aku butuh waktu sendiri"ucap Nita yang langsung memalingkan wajahnya dari ibunya. "Nit dengerin ibumu dulu"ucap Andi "Cukup Ndi, kumohon pergi dari sini!'' Andi dan Ranti pun keluar dari kamar Nita. Setelah mereka pergi, Nita menangis sejadi jadinya. "Kenapa kalian semua egois?"ucap Nita di tengah tangisannya. "Riza, hanya Riza yang bisa ngertiin aku. Aku harus bertemu dengan nya"batin Nita. ••• Sebuah cerita tentang dia, aku, dan sebuah perasaan yang takkan terungkap dengan mudah Cinta yang terpendam karena eratnya persahabatan Cinta yang terhalang karena terbongkarnya suatu rahasia besar Mau tahu bagaimana keseruan ceritanya?jangan lupa mampir untuk baca ya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan