DIMENSI (Completed)

DIMENSI (Completed)

  • WpView
    Reads 605,530
  • WpVote
    Votes 70,237
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 4, 2022
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA♡] Dulu, ketika dompetku kecopetan, aku berdoa supaya uang bergambar monyet di dalamnya digunakan untuk kebaikan. Lalu, saat aku kehilangan ponsel esia hidayahku, lagi-lagi aku berusaha mengikhlaskannya. Aku pernah merasakan jutaan kehilangan, kehilangan pena standar, penggaris besi, tipe-x warna merah, penghapus, kaos kaki, topi, dasi, jepit rambut, liptint, novel kesayangan, tapi, rasanya tak sehancur saat aku kehilanganmu. Pernah sakit, tapi, tak pernah sedalam ini. Bahkan, saat aku tidak sengaja membakar tanganku, rasanya tidak seperih ini. Kehilanganmu membuatku ingin menghancurkan dunia ini.
All Rights Reserved
#30
cowokcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Semu [Completed]
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Golden Time ( On Going )
  • Abah Dosen [COMPLETED] | TAMAT
  • Penantian Panjang
  • Arsyilazka
  • ALTHAZAIN
  • My Perfect Happy Virus

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines