DIMENSI (Completed)

DIMENSI (Completed)

  • WpView
    LECTURAS 605,663
  • WpVote
    Votos 70,238
  • WpPart
    Partes 61
WpMetadataReadConcluida vie, nov 4, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA♡] Dulu, ketika dompetku kecopetan, aku berdoa supaya uang bergambar monyet di dalamnya digunakan untuk kebaikan. Lalu, saat aku kehilangan ponsel esia hidayahku, lagi-lagi aku berusaha mengikhlaskannya. Aku pernah merasakan jutaan kehilangan, kehilangan pena standar, penggaris besi, tipe-x warna merah, penghapus, kaos kaki, topi, dasi, jepit rambut, liptint, novel kesayangan, tapi, rasanya tak sehancur saat aku kehilanganmu. Pernah sakit, tapi, tak pernah sedalam ini. Bahkan, saat aku tidak sengaja membakar tanganku, rasanya tidak seperih ini. Kehilanganmu membuatku ingin menghancurkan dunia ini.
Todos los derechos reservados
#266
cowokcool
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Golden Time ( On Going )
  • Penantian Panjang
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • DEPRESSION
  • AKSA
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Between Falling And love
  • Semu [Completed]
  • THE CLIMB [Completed]

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido