Serenade Biru Jingga (slow update)

Serenade Biru Jingga (slow update)

  • WpView
    Reads 313,392
  • WpVote
    Votes 46,501
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 29, 2026
Apa kamu pernah mencintai seorang gadis, hingga duniamu hanya berputar padanya? Apa kamu pernah mencintai seorang gadis, hingga berkorban apa pun untuknya? Dia pernah. Apa kamu pernah dikhianati oleh seorang gadis yang kamu cintai? Apa kamu pernah dikhianati oleh seorang gadis yang kamu percaya? Dia pernah. Dia Awwadi Firaz Maulana Putra, Didi. Terimakasih banyak cover cantiknya @Snyt_b
All Rights Reserved
#54
didi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Kahfi dan Yumna
  • [1] Mahabbah di Tepi Zuhur [Sudah Terbit]
  • Pahala Surgaku✓
  • Bismillah Denganmu ✔
  • Lauhul Mahfudz (END)
  • Temaram (On Going)
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • Menuju Pagi (End)
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines