Berawal Dari Adzan

Berawal Dari Adzan

  • WpView
    Reads 746
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 12, 2018
Story : @nenaangell Aku hanya mampu memperhatikanmu dalam diam.. Sedangkan kau? Sepertinya membuka mata untuk melihatku saja begitu sulit.. Mungkin bagimu aku tak kasat mata tapi bagiku kau terlalu nyata.. Bersatu denganmu sepertinya hanya angan anganku yang tidak akan pernah ada ujungnya.. Aku sudah meyakinkan hatiku berulang kali.. Agar aku berhenti untuk mencintaimu.. Tapi lagi-lagi aku tetap tidak bisa.. Semenyakitkan apapun yang kurasa karenamu.. Aku selalu terjatuh pada pesonamu.. Aku ingin menjadi bagian hidupmu.. Aku ingin kita saling merindu... Tapi itu hanya sebatas impian dan harapanku.. Bodohnya.. Aku terus membiarkan harapan itu terus mengalir.. Padahal jelas-jelas aku tahu berharap kepada selainNya hanya akan menyakitkan hati.. Maka dari itu... Jika aku tak bisa menghapus perasaan ini.. Maka biarkan aku memendamnya.. Menunggu waktu yang akan menjawab semua penantianku... Memelukmu dalam doa.. Dan terus merayuNya agar berkenan menjadikanmu pasangan hidupku... 🍃Naazira Aqnelya
All Rights Reserved
#45
cintasendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Waktu [Complete]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Restu Tuhan
  • All Nonsenses (COMPLETED)
  • Kelas A [End]
  • INTERIM: Let Me See Your Smile
  • Aku Takut Dicintai
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)

Halo guys.. I'm back dengan cerita baru, setelah cerita pertamaku yang gagal.. Semoga kalian suka yah sama cerita kali ini❤️❤️ So kalau alurnya kurang bagus tolong maklumi authornya yah, kalau ada kritik dan saran boleh langsung comment aja.. 😊😘😘 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jejak waktu.. Waktu ku berjalan cepat, Menyisahkan memori yang mengakar penat. Meski ragaku berteriak memberontak, Namun, tidak dengan jiwaku. Tersenyum ia bersama mega yang merona, tatkala bintang berpijar turun ke perpaduan. Perjalanan ku mungkin sulit dan rumit hingga meninggalkan jejak waktu disetiap nafasku. Kenangan, waktu terakhir ku seindah perjalanan ku.. Ini adalah kenangan Indah yang takkan terlupakan, hanya akan membekas dalam ingatan. _________________________________________________________________________________________________________ PS : ⚠️Cerita ini hanyalah sebuah fiksi belakang yang terlahir murni dari sebuah kegabutan author, semua latar yang ada dalam cerita ini hanyalah sebuah haluan semata dan cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung para pembaca, jika ada kata-kata yang tidak menyenangkan mohon maafkanlah author.. Yang penasaran bisa langsung baca.. Tolong hargai dan jangan lupa kasih suport author terus, agar bisa semangat UP ceritanya, dengan cara vote kalo kalian suka dengan ceritanya, coment kalo kalian pengen kasih saran atau apapun itu, dan share kalo kalian berpikir cerita ini wajib dibaca teman-teman kalian.. Enjoy!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines