We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALJABAR

ALJABAR

  • WpView
    Reads 44,706
  • WpVote
    Votes 2,912
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 4, 2021
WpInfo
Fanfic
Ini bukan kisah antara pandai matematika dan pembuat onar. Ini juga bukan kisah pertemuan yang langsung saling jatuh Cinta. Tapi ini kisah Alaska, Senja, Bayu dan sebuah Rasa. Ketika sosok pemeran utama adalah segalanya, maka senja akan menyukai selamanya. Namun kehadiran pemeran kedua membuat senja seolah olah lupa akan Cinta pandangan pertamanya itu. Tentang rasa yang hilang, ketika sang pemeran kedua datang. Itulah yang senja alami sekarang. Menceritakan kisah Cinta segitiga yang membuat para hati pembaca ikut larut dalam sebuah kisah mereka bertiga. Tanpa ada Alaska dan Bayu, Senja tidak akan menulis seluruh kisah ini.
All Rights Reserved
#371
ceritasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • tatapan pertama di pojok kelas
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Never Be The Same
  • [✓] Denata | Jaehyun (SELESAI)
  • Twin's Difference - On Going
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • ketika senja menyapa
  • SENJA & FAJAR

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines