Story cover for Senja Yang Sunyi by hazimahannisa0303
Senja Yang Sunyi
  • WpView
    Reads 1,551
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 1,551
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published Feb 02, 2018
Senja memang selalu indah. Mataharinya, anginnya, suasananya, serta ceritanya. Terutama, cerita yang dilengkapi aku dan kamu. Yang berawal dari sebuah dongeng, mimpi, dan harapan. Hingga akhirnya, semua menjadi nyata, atas hasil do'a yang tak bersuara di sepertiga malam kepada Rabb yang Maha Perkasa. Yang mendengar setiap sebutan namamu dalam bisikanku kepada-Nya, yang menenangkanku dengan ayat-ayat-Nya ketika ku resah tak tentu arah, dan yang memelukku erat ketika ku lelah menyebutmu dalam bisikanku diatas sajadahku. Tapi Dia selalu menghadirkan keindahan, baik itu dalam senja, dalam malam, atau dalam siang. Semuanya indah, karena Dia yang Maha Indah juga memberikan kamu untuk menghiasi hidupku agar lebih indah pula.
Tapi mungkin tidak semudah itu Tuhan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang sepertiku. Yang mungkin malah tidak pantas mendapat kebahagiaan. Hanya pantas mendapatkan lara dan luka. Tapi kenapa, Tuhan masih menganugerahkannya?
Inilah perjalananku. Bukan yang termudah, tapi juga tidak seberat yang kupikirkan. Tapi netral, dan kujalani seperti air mengalir di atas sungai. Menghindari batu-batu yang menghalangi dengan sekuat tenaga, juga berancang-ancang ketika didepanku adalah jalanan buntu.
All Rights Reserved
Sign up to add Senja Yang Sunyi to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
(Bukan) Keluarga by akulily_
29 parts Ongoing
Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva
syanin by syawal877
18 parts Ongoing
Cerita ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki yang berparas tampan dengan kulit putih serta sifat cool nya yang menambah ketampanan nya.ia sedang jatuh cinta kepada seorang wanita dari keluarga sederhana. mereka berdua mempunyai masa lalu masing masing yang bisa di bilang tidak baik baik saja. dan suatu hari dia bertemu dengan seorang laki laki yang menurutnya baik dan akan menjadi teman. tetapi laki laki itu memiliki rasa kepada wanita itu.apakah mereka akan bersama?? ataukah ada hambatan di saat nanti mereka menjalin hubungan?? *kalau penasaran silahkan baca ya "kok gue jadi deg degan kayak gini sih."gumam Anindya. "ah gk mungkin gue suka sama dia kan. emm biarlah waktu yang menentukannya."sambung anindya ia mengetuk pintu lalu masuk ke dalam.terlihat Syawal masih menutup matanya. Anindya mendekatinya lalu menarik kursi dan duduk di sebelah Syawal. dia menatap Syawal dengan teliti.terlihat ada perban di kepala dan di tangan kanannya. tanpa ia sadari ternyata Syawal sudah sadar dan berpura pura masih belum sadar agar bisa melihat reaksi Anindya. "kok gue jadi sedih ya kalau liat Lo kayak gini sya.gue ngerasa ada yang lain dari diri gue kalau Deket sama Lo"ucap Anindya. seketika Syawal membuka matanya lalu bertanya"gak usah sedih gue gk apa apa kok.santai aja"ucap Syawal gimana gimana penasaran sama kelanjutannya gk Kalau penasaran silahkan mampir ya..... Jangan lupa vote dan komen ya biar gue semangat bikin ceritanya... ❗Peringatan -cerita ini murni dari pikiran saya yang muncul dan membuat inspirasi. #cerita ini adalah cerita kedua saya jadi tolong jangan di jiplak ataupun di copy @alergi penjiplak jadi penjiplak mohon menjauh!! @jika kalian mau berhasil belajarlah dari diri sendiri bukan menjiplak orang lain @foto ini saya ambil dari pin jadi mohon jangan tersinggung. ~teruslah berkarya sampai kau gapai impian mu . Happy reading ya semoga suka dengan ceritanya.... @hak cipta dilindungi undang-undang
You may also like
Slide 1 of 8
Akhir Penantian Diujung Senja cover
Masa Remaja si Penikmat Senja cover
Rencana Allah lebih baik daripada rencanamu by: lianah putri dewi  cover
Aksara Ayana[END] cover
(Bukan) Keluarga cover
syanin cover
Berlabuh di Takdir-Nya cover
Behind the Silence cover

Akhir Penantian Diujung Senja

12 parts Ongoing

Novel ini hanya berisi curhatan & sejarah hidupku. Selama ini aku selalu berbangga memiliki ingatan yang kuat, tetapi memasuki usia dewasa, aku mulai sadar ingatan ini mulai memudar. Seakan ingin lenyap, menjauh pergi, demi tunas memori baru. Oleh karena itu, sebelum ingatan ini benar-benar hilang, aku ingin mencurahkannya disini dengan harapan aku bisa membacanya lagi suatu hari nanti. Aku berharap novel ini bisa menjadi pelajaran, tentang bagaimana hebatnya Allah mengatur jalan takdir setiap hamba, bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik. Mungkin hari ini kita menangis meratapi nasib, tapi kemudian setelah waktu berlalu, Allah akan tunjukan alasan mengapa harapan itu bukanlah yang terbaik. Novel ini kupersembahkan untuk diriku sendiri, keluarga dan semua teman yang namanya tertulis didalamnya. Aku sangat mengapresiasi dan berterimakasih jika kalian berkenan mengizinkan nama asli kalian tertulis, agar para pembaca bisa mengkonfirmasi ke kalian akan kebenaran dari perjalanan hidup yang kutuang ini. Siapapun yang ingin mengembangkan pengalaman dalam novel ini, aku tidak keberatan justru aku sangat berterimakasih karena bagaimanapun aku belum punya pengalaman menghasilkan maha-karya. Mungkin sejarah hidupku tak seindah drama yang memiliki akhir bahagia & plot twist yang mengugah selera, terimakasih telah membaca.