Kenangan Terakhir Dari Kak Ridho

Kenangan Terakhir Dari Kak Ridho

  • WpView
    GELESEN 23
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., März 7, 2018
WpInfo
Belletristik
Romantik
Tagsprstk
Pertemuan Yang Tak Terduga Nama ku Raina Putri Intania, biasa di panggil " Raina " . Pagi ini adalah hari pertama aku masuk sekolah di SMA 1 Nusa Bakti Husada, Aku adalah anak baru keluaran Smp 1 Pertiwi indah. " Selamat pagi mom, dad " kataku dengan penuh semangat menuruni tangga. " Selamat pagi sayang " Jawab mamah ku yg sangat sayang padaku . " Raina pagi ini mau sarapan apa nak ? Roti atau nasi goreng ?? " tanya mamahku denang perhatian nya. " Nasi goreng saja mah " kata ku, ya memang nasi goreng adalah makanan favorit ku selama ini. Setelah aku selesai sarapan, dady akan mengantarku ke sekolah baruku itu. Setelah hampir setengah jam berlalu, aku dan dady ku telah sampai. Akhirnya aku turun dari mobil dady dan segera masuk ke sekolah. Ketika aku sedang berlari menuju ke kelas ku, tidak sengaja aku menabrak seorang laki - laki yg tak ku kenal sama sekali, Aku menjatuhkan buku - buku yg di bawanya. " Maaf aku tak sengaja " Tiba - tiba kita melakukan kontak mata secara langsung. Dia tak menjawab apa **. Setelah aku selesai membantu merapikan buku milik laki ** itu, aku segera berlari ke kelas ku. Cie kepo ya cerita nya gimana ?? Besok aja aku terusin ya nulisnya, dah capek, klo ada saran komen aja, Maaf banyak typo nya 😇😇 Salam kenal dari raina . 😊
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Misi Kalisa (End)
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • Cinta Aneh
  • Inikah Cinta?
  • Rindro (SELESAI)
  • ASSYA (TERBIT)
  • Seconds passed.
  • EX-CRUSH (On Going)

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien