Maya Dan Cicin Di Jarinya (Cerpen)

Maya Dan Cicin Di Jarinya (Cerpen)

  • WpView
    Reads 5,015
  • WpVote
    Votes 463
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 26, 2019
Jangan bicarakan lagi soal menunggu. Maya sudah menunggu terlalu lama dan kepingan hati yang berharap itu sudah seringkali cemas. Wanita yang telah lama beranjak dari usia belia itu sudah melewati kepala tiga dan masih saja sendiri. Belakangan tampaknya sifat Maya pun mulai berubah. Senyum ceria dan celoteh panjang menjadi barang langka. Ia tampak makin serius dan itu membuat keningnya sering tampak berkerut. Sekujur wajah dan tubuhnya kini gelap, suram, tampak seperti diselimuti kabut pekat. Kecuali ketika kedua matanya menangkap sesuatu yang selalu membuatnya tampak berbinar-binar untuk sesaat. Ya, sesaat saja. Dan kemudian meredup kembali.
Public Domain
#243
popular
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • The Unwritten Rule [21+]
  • Say You Love Me Too
  • Jodoh Kedua (END)
  • Red Flag : Love That Binds
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • My Wild Young Lover (Tamat)
  • Narasi patah hati
  • Cinta Yang Tak Pernah Selesai

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines