Sepasang Jujur

Sepasang Jujur

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku merindukan seseorang yang ketika bersamanya aku merasa sedang belajar. Tidak dengan menjatuhkan atau menyombongkan apa yang dia punya, namun tanpa tinggi hati dia merendah. Seseorang yang selalu berkata bahwa tidak ada yang sia-sia tanpa kita berusaha dan berdoa. Seseorang yang dengan tingkah anehnya mampu menyihir siapa saja untuk tertawa. Seseorang yang dengan sangat percaya diri mengatakan bahwa akan dirindukan semua orang, namun kenyataannya memang iya. Seseorang yang ketika dirundung masalah tidak sungkan berbagi keluh kesah dan berasa-sama mencari solusi. Seseorang yang ketika sudah menatapku begitu lekat menguaplah semua aksara. Aku mohon, atas semua yang sudah bersama kita bagikan, jangan kemudian menganggapku tidak tahu apa-apa.
All Rights Reserved
#93
cintahalal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Maaf✓
  • Sebuah Rasa
  • S.i.x T.e.e.n
  • Semu [Completed]
  • Secarik kertas usang
  • NAUSY
  • FRIENDzone (Completed)
  • Cinta Dalam Diam

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines