Story cover for Gerimis Senja by atmoshpere_
Gerimis Senja
  • WpView
    LECTURAS 417
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 417
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado feb 02, 2018
Mengingat kembali seseorang yang pernah mengisi hati dan mewarnai hari-harimu bukanlah sesuatu hal yang salah. Seseorang yang biasa kamu sebut "MANTAN", adalah orang yang pernah menjadi bagian dari hidupmu. Meski saat ini kamu dan dirinya sudah tak lagi bersama, memori tentangnya akan selalu ada dalam ingatanmu. Sekedar mengingat, bukan berarti kamu belum move on darinya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Gerimis Senja a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#535memori
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Truth After Love (Tamat, segera terbit) de tiaxyl
36 partes Continúa Contenido adulto
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
Mencintaimu Dari Ujung Senja de edhittt
41 partes Continúa Contenido adulto
Senja selalu menjadi saksi bisu setiap pertemuan kami. Di bawah langit jingga yang mulai memudar, aku selalu menemukan kedamaian saat bersamamu. Setiap sore, ketika matahari perlahan tenggelam, hatiku seakan menemukan pelabuhan setelah sekian lama berlayar. Aku ingat pertama kali kita bertemu. Saat itu, kau sedang duduk di tepi pantai, menatap jauh ke arah horizon. Ada kesedihan yang terpancar dari matamu, namun saat aku menghampiri dan mengajakmu bicara, senyummu merekah seindah mentari pagi. Sejak saat itu, aku tahu bahwa aku ingin selalu melihat senyummu. Setiap hari, kita menghabiskan waktu bersama. Kita berjalan-jalan di sepanjang pantai, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Kau mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan, tentang cinta, dan tentang arti kebahagiaan. Aku merasa begitu beruntung memilikimu. Namun, tak semua kisah cinta berakhir bahagia. Ada saatnya kita harus berpisah. Jarak dan kesibukan masing-masing membuat kita sulit bertemu. Meski begitu, rinduku tak pernah hilang. Senja selalu membawamu kembali dalam ingatanku. Aku sering bertanya-tanya, apakah kau juga merasakan hal yang sama? Apakah kau juga mengingat semua kenangan indah yang pernah kita buat bersama? Aku berharap suatu saat nanti, kita bisa bertemu kembali dan melanjutkan kisah cinta kita. WARNING: ADULT THEMES (18+). This content is intended for mature audiences and adheres to Wattpad's guidelines for mature ratings.
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
Jauh. Esok Nanti atau Selamanya cover
Everything Not Same (Selesai) ✔✔ cover
Nuginara [END] cover
The Diary's Heritage cover
Mencintaimu Dari Ujung Senja cover
Larasati- Napas Dari Masa Lalu cover
Antara Aksara dan Kata cover

Truth After Love (Tamat, segera terbit)

36 partes Continúa Contenido adulto

perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.