Cinta Di Balik Cadar

Cinta Di Balik Cadar

  • WpView
    Reads 19,553
  • WpVote
    Votes 559
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 3, 2018
Terkisahkan 2 orang wanita kembar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren yang berbeda Meraka adalah Zakiyah Dan Ananda. Zakiyah menempuh pendidikan di pondok pesantren Yaman Sedangkan Ananda Di pondok pesantren Al fatah. Keduannya memang berbeda zakiyah memang cerdas di bandingkan Ananda . Namun Ananda memutuskan mengenangkan Niqab setelah dia mendengarkan cerita dari ustadzahnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Qiyamah Senja-completed
  • Assalamu'alaikum, Ya Habibati (On Going)
  • A untuk Z (SELESAI)
  • Kamu Aku & KITA
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • CINTA YANG SESUNGGUHNYA
  • DUA SUJUD
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]

Nura Yasraa Assyairii, gadis mungil dengan tinggi hanya 145 cm, kulit kuning langsat yang lembut seperti rembulan, dan sepasang mata hitam bulat yang memancarkan pesona tak terdefinisi. Ia adalah anak kedua dari keluarga yang kaya. Tumbuh di tengah kasih sayang dan harapan besar orang tuanya. Di balik senyum cerahnya, Nura menyimpan ribuan cerita,tentang prestasi yang membanggakan, juga tentang tingkah laku nakal yang tak pernah habis diceritakan oleh guru-guru dan teman sebayanya. Bersama lima sahabat karibnya : Naomi yang telah 10 tahun bersamanya, Arisha si yang tidak bisa menangis , Zunaira yang berani, Cyra si toxic , dan Malaika yang berfikir kritis. Nura menjalani hari-hari penuh warna. Persahabatan mereka terjalin erat seperti simpul tak terurai, tumbuh dari pertemuan yang tak disengaja menjadi ikatan yang tak tergantikan. Namun, dunia mereka tiba-tiba berubah ketika satu keputusan orang tua meruntuhkan kenyamanan yang telah mereka bangun keenam gadis ini harus tinggal dan menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren yang dikenal akan kedisiplinan, aturan ketat, dan hukuman yang tegas. Dunia yang asing, dunia yang tidak mereka kehendaki. Bukan tanpa perlawanan, mereka pun mulai berulah. Segala cara mereka tempuh untuk menunjukkan ketidaksetujuan dari keusilan kecil hingga kenakalan yang membuat para pengurus pondok geleng kepala. Namun, di balik kenakalan itu, tersembunyi jeritan hati anak-anak yang masih mencari jati diri dan tempat untuk dimengerti. Pondok pesantren bukan hanya tentang hafalan dan doa, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi diri sendiri. Apakah enam gadis ini akan mampu menerima takdir mereka? Mampukah persahabatan mereka bertahan di tengah cobaan dan aturan yang mengekang? Atau justru pondok ini akan menjadi awal dari lembaran baru dalam hidup mereka,tempat di mana mereka menemukan makna sejati dari kedewasaan, iman, dan persahabatan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines