Story cover for Menderai by marsileacrenata_lida
Menderai
  • WpView
    Reads 328
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 328
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Feb 02, 2018
Katanya menulis itu salah satu cara self-healing yang baik. Mengumpulkan luka-luka dalam bait-bait majas yang ada, setidaknya bisa menenangkan kamu.

Siapa tau jika nanti kita bisa menjadi abadi. Siapa tau kita bisa lebih bahagia lagi. 

Dan lewat bagian ini ku harap aku bisa mewakili suara-suara diluar sana. Yang terdengar ataupun tidak. Yang indah ataupun buruk. Dalam sebuah karya.

Yang fana itu waktu, kita abadi. -Sapardi Djoko Damono

Update hampir setiap saat.
All Rights Reserved
Sign up to add Menderai to your library and receive updates
or
#67nada
Content Guidelines
You may also like
Cinta Berbalut Puisi by HarrySuharto
26 parts Complete Mature
Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".
You may also like
Slide 1 of 10
PROSA cover
Rayhan: sebelum hati berani pulih  cover
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
Cinta Berbalut Puisi cover
Almost. cover
KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh) cover
Sasmita Nivriti cover
Diksi Dalam Sepi cover
KITA cover
blanc et noir cover

PROSA

71 parts Complete

"Ini tentang kamu dan mereka yang ingin kuabadikan dalam kata sederhana yang datang tanpa ku undang" Terlalu sederhana yang kutulis didalamnya, bukankah seorang puitis menulis hanya untuk jujur kepada dirinya sendiri? Dan itu yang sedang ku lakukan sekarang. Aku tak berharap kamu mengerti tentang pesan yang ingin kusampaikan didalamnya, hanya saja aku berharap bahwa pesan tersebut dapat tersampaikan dengan sederhana dan dapat kalian nikmati juga dengan sederhana sebagaimana yang aku harapkan. -BS