Menderai

Menderai

  • WpView
    Reads 341
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 8, 2022
Katanya menulis itu salah satu cara self-healing yang baik. Mengumpulkan luka-luka dalam bait-bait majas yang ada, setidaknya bisa menenangkan kamu. Siapa tau jika nanti kita bisa menjadi abadi. Siapa tau kita bisa lebih bahagia lagi. Dan lewat bagian ini ku harap aku bisa mewakili suara-suara diluar sana. Yang terdengar ataupun tidak. Yang indah ataupun buruk. Dalam sebuah karya. Yang fana itu waktu, kita abadi. -Sapardi Djoko Damono Update hampir setiap saat.
All Rights Reserved
#105
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Diksi Dalam Sepi
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Aksara Tak Bertuan
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • blanc et noir

Ini tentang aku, tentang kamu, tentang mereka. Semua tentang kita yang pernah ada, meski kini tak lagi bisa tuk bersama. Letakkan aku dalam kenanganmu, dan begitupun aku meletakkan dirimu dalam kenanganku. Tapi, akankah aku mampu untuk menghapusmu? Dan tidak lagi mengingat bahwa kamulah yang pernah sangat berarti untukku? Karena hingga sekian lamanya waktu memisahkan dan sejauh apapun jarak antara aku dan dirimu. Kamu masilah yang merajai hati dan pikiran ini. Jadi, jangan paksa aku untuk melupa karena itu tidak mungkin. Biarkan aku berteman dengan kenangan, lewat cerita-cerita yang ku bagi ini...

More details
WpActionLinkContent Guidelines