Story cover for Aming by Ocha_Piri
Aming
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Feb 03, 2018
Pemberitahuan yang tidak pernah diinginkan. Sebuah kisah mengejutkan dialami oleh seorang gadis cilik. Menjalani hari-hari normal dirasakan cukup baginya. Namun yang menurutnya normal tidak menurut orang lain.

Kala mentari mengijinkan pergantiannya dengan rembulan. Kala cahaya yang menyorot ke kamar meredup berubah sedikit gelap. Di titik itulah pengalaman baru tersaji dengan unik. Aming nama gadis ini, dia anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir dan tinggal di kota Ikhlas. Lahir dengan latar belakang tak terduga. Ia melihat dunia sebelum waktunya. Tahun 1989 begitu keluar menyaksikan keanekaragaman manusia hanya terdiam selama setengah jam. Matanya berkedip, mengamati sekitar. Bibirnya terkatup, menahan suara tangis. Predikat bayi bisu pun sempat disematkan tenaga medis karena tidak berekspresi secuilpun. 

Leluhurnya kumpulan orang sakti di kota Ikhlas. Makam leluhurnya masih dijadikan makam yang dihormati. Aming kecil tumbuh dan berkembang dengan banyak air mata kedua orang tuanya. Bagaimana bisa? Ya, terang saja banyak mengalir tumpahan pilu ketika mendapati buah hati selalu keluar dan masuk rumah sakit sampai suster hafal nama Aming. Setiap satu lompatan pendek, satu suster yang berpapasan menyebut namanya. Mau operasi, menunggu giliran, dokter memanggil sayang namanya. Mau keluar untuk melarikan diri dari kenyataan hidupnya, ditegur security. Sungguh lika-liku yang menggerogoti tawa di wajahnya. 

Berada di rumah sakit, tentu saja bukanlah hal mengasyikan. Setiap hari makan bubur, minum susu putih padahal tidak suka, makan buah padahal kenyang, infus disuntik di akhir obat masuk sensasi pahit di lidahnya menguat bagaikan minum jamu sambilata. Baju biru bertali di bagian perut menjadi baju yang harus ia gunakan sejak bayi, sekolah dasar kelas satu hingga kelas lima.  Dari radang usus, operasi amandel, tipes, demam berdarah, malaria, bahkan gondok. Aming kecil selalu mengingat setiap pertarungannya melawan rasa penasaran. Dimanapun ia pergi ada cerita baru.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Aming to your library and receive updates
or
#447tenang
Content Guidelines
You may also like
Dalam Diam | Hiatus by zexibo
20 parts Complete
Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.
You may also like
Slide 1 of 9
AFKARA [END] cover
welcome to the month march cover
Dalam Dekapan Malam cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Di Masa SMP Ku cover
Dalam Diam | Hiatus cover
GRIZLEN {On Going} cover
Sister or More cover
IHoPe  (RyU)"" cover

AFKARA [END]

40 parts Complete

_______________________________ Seorang anak memang tak pernah meminta untuk dilahirkan. Namun dia ada karena sebuah permintaan, perjuangan, dan juga harapan. Tetapi mengapa ketika sudah dilahirkan, kalian malah bersikap seolah tak pernah menginginkannya? _______________________________ "Kamu harus terbiasa sendiri, karena kenyataannya, di dunia ini tak ada yang peduli, kecuali diri kamu sendiri." ____A. Wildan Hilmi___