Kepingan Hati

Kepingan Hati

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Fri, May 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tagslove
Kita pernah saling mengenal dan menjadi asing hingga membiasakan diri untuk mengenal kembali dan pada akhirnya terpatahkan asa yang ku semat di setiap doa. Jika aku bukan tujuan pulang mu Berlalu lah hingga titik tumpu mu bersua Tapi ingatlah satu hal aku pernah menjadi tempat singgah mu dikala rintik dan ku suguhi secangkir teh yang kau seduh dengan senyuman Bukan kah itu indah untuk di kenang Kembali lah jika kau tak kunjung bersua dengan asa Rumahku selalu terbuka untuk mu kembali. @lirihsendu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KITA
  • my story
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • VIA-AMARA
  • Assalamualaikum Cinta
  • Back story {𝕯𝕬𝕸 House 2}/// TAMAT
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • TRAUMA

Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita

More details
WpActionLinkContent Guidelines