kami bertemu di dunia lain

kami bertemu di dunia lain

  • WpView
    LECTURES 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé ven., févr. 23, 2018
pada hari aku bangun dari tidur ku, aku tidak sadar ternyata aku tidur di pingiran danau dan aku meminum soju , disaat aku meminum soja , datanglah seseorang paras muka acak -acakkan orang tersebut melihat aku ,bukan orang itu melihat botol soju ku, dan di saat itu muka ku penuh dengan luka , ia aku baru sadar , aku bertengkar dgn orang yang menghiati ku dan semua orang yang ingin melihat kepergian ku, aku pun bercerita kepada orang di saat aku melihat muka ku di cermin dan rasanya aku ingin pergi suatu tempat dan untuk selamanya , tapi orang itu berkata kepada ku, jangan kamu menyesali apa yang terjadi,? aku pun hanya terdiam , dan orang pun tidur. waktu pun terus berputar , disaat aku bangkit dari tempat itu aku melihat anak kecil yang ingin naik perahu itu , awalnya aku menghiraukan dan tak ingin melihat. tapi tak ada yang melihat apa yang aku lihat dan ternyata anak itu jatuh di dalam danau tersebut dan aku berlari untuk menolong anak itu dan aku melepas sepatu ku, aku bergerak dengan cepat dan orang -orang pun melihat ku mereka pun terkejut melihat ku di dalam danau tersebut , dan pada saat itu langit gelap dan bulan pun juga tak bersinar aku pun kaya menghilang dari bumi , berutung pada saat itu anak kecil sudah di tolong oleh orang , dan ketika orang itu mau menolong ku untuk menaiki kapal tersebut, aku merasa tak berdaya di tarik dan tengelam , dan aku kira aku sudah mati di dalam danau
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • Awal Menjadi Akhir
  • This Is Not My House
  • • KECEWA ~
  • Diantara Luka dan Pulih
  • ~DIJODOHKAN~ [BXB]✓
  • Mencari Sasha (COMPLETED)

Danasmara, ia berperawakan tinggi. Rambutnya lebat, sedikit berombak. Matanya hitam kecoklatan, seringkali ada rona merah yang memperjelas bahwa malamnya tak senyenyak manusia lain. Yang ku tahu, Danasmara memiliki mimpi yang besar, lebih besar dari tubuh kurusnya dikali seratus. Tepat setelah memutuskan jadi pemimpi, ia mulai merangkai kata-kata sakti. Aku sedikit ingat, kata-kata itu terdengar seperti ini, "Aku berusaha tetap terjaga, disaat waktu dunia membuat yang lain mulai terlelap.". Seringkali aku juga meremehkan keyakinannya. Dan kadang ia malah berhasil membalikkan perhitunganku, kemudian aku juga turut terinspirasi atas perjuangan tak masuk akalnya. Dan kau tahu kawan, apa yang terlihat sakti dari dia? Terkadang ia membahasakan firman Tuhan dengan semena-mena, tapi ajaib, bahasa itu mampu dengan mudah aku mengerti. Hatiku tersapu sekaligus tersipu, seolah aku diajak semakin dekat dengan Tuhanku. Danasamara, sesekali ia memiliki kebijaksanaan melebihi usianya. Ia dengan mudahnya memandang biasa apa saja yang teramat diinginkan manusia lain. Aku sempat berpikir, jangan-jangan ia bukan manusia. Ada semacam deduksi yang menyimpulkan bahwa Danasmara seringkali memiliki ciri asing, ia bisa jadi adalah traveler dari planet lain. Planet yang tidak memiliki banyak air, sebab aku masih ingat bagaimana ia memiliki pedoman yang aneh tentang mandi. Katanya, "mandi hanya untuk orang-orang yang merasa bahwa dirinya itu kotor." Aku menyangkal. Dan sayangnya, manusia lain mengamini pedoman hidup itu..

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu