Kelabu
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2026
Kata mereka, punya orang tua itu menyenangkan. Tapi aku tak merasa sama. Apa yang menyenangkan dari dipukul rotan setiap malam saat aku salah berucap dan menyinggung emosi Ayah? Apa yang menyenangkan dari dibentak dan ditampar setiap saat, kala Ibu merasa diganggu dengan kesenangan bermain sosial media? Jika mereka puas dengan kehidupan yang dijalani, mengapa hidupku berbeda? Bahkan aku merasa lebih menderita daripada para manusia yang mendapat penghargaan serupa-orang tua. Namaku Kelabu, tidak ada tambahan kata. Hanya Kelabu. Sebuah nama yang tercipta dari sosok tua renta yang menyambutku hadir ke dunia kala itu. Sosok tua renta yang jauh lebih berharga daripada kedua orang yang membuatku ada di dunia. - "Aku akan keluar dari penjara ini tanpa menoleh lagi." A story by Intan Afida
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Rules!
  • Fraktal Rahasia
  • 𝐂𝐀𝐍𝐃𝐘 𝘛𝘳𝘢𝘯𝘴𝘮𝘪𝘨𝘳𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 [𝐄𝐍𝐃]
  • Ketika Sang Bayangan Naik Tahta [END]
  • Crazy Obsession
  • who i am?
  • Halo, Pak Dukun!
  • DI DALAM NOVEL SAHABAT KU (REVISI)
  • ✅[BL] The stalker's salvation {KEONHOON}
  • Trace of Tears

Allea terpaksa tinggal di rumah Julian karena ulah ayahnya yang menjadikan dirinya sebagai pelunas hutang. Julian memanfaatkan kesempatan itu untuk membalaskan dendam orangtuanya yang telah dibunuh oleh orangtua Allea. Benarkah orangtua Allea yang menjadi 'pembunuh' orangtua Julian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines