Amoura
  • WpView
    Reads 396,342
  • WpVote
    Votes 24,424
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Sat, May 3, 2014
Klise banget. Sepasang sahabat,cewek sama cowok. Akhirnya saling suka. Tapi bedanya,yang cowok malah ngarepin cewek lain. Sedangkan,yang cewek disukain sama satu cowok yang dia sadar gak akan pernah jadi miliknya. (P.S) : Bahasanya masih berantakan.
All Rights Reserved
#219
tiffany
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa yang tertahan(On Going)
  • RAENZIA
  • POTEK [Selesai]
  • AURELLIE
  • Stolen Before Fallen
  • Ardana
  • Me and Mr Perfect [ON GOING]
  • Most Wanted Boy In The School (Arjuna Story)✅END √√√
  • Amoura
  • A U R O R A (Revisi)

Kisah tentang dua hati yang saling mencintai, tetapi terlalu takut untuk jujur, antara Elvara Lysanne Aldrich dan Maverick Erland. Persahabatan yang awalnya biasa, berubah menjadi sesuatu yang lebih kompleks selama tiga tahun terakhir. Maverick sering membuat skinship dengan Elvara-sentuhan kecil yang menimbulkan harapan. Namun, perasaan Elvara mulai goyah saat dia tahu Maverick sudah memiliki kekasih. Dia sadar, harapannya harus ia kubur dalam-dalam. Di sisi lain, Maverick menunjukkan sikap yang sulit dimengerti. Dia tidak ingin Elvara dekat dengan pria lain. Awalnya, Elvara mengira itu hanya bentuk perlindungan seorang sahabat. Namun, semakin lama, sikap posesif Maverick membuatnya merasa terkekang-tidak adil, terutama karena hubungan mereka hanya sebatas teman. "Gue udah bilang, jangan pernah deket sama cowok selain gue, Var," suara Maverick tegas namun berat. Elvara mendengus, matanya menatap lurus, penuh keberanian yang tertahan. "Tapi kenapa, Er? Lo bisa punya cewek, tapi gue enggak?" Maverick membuang pandangan, rahangnya mengeras. "Karena gue cowok, Var! Gue tahu apa yang mereka mau dari lo." Tawa sinis keluar dari mulut Elvara. "Itu karena lo aja yang brengsek." Pertemuan mereka selalu penuh dengan kontradiksi-antara tawa hangat persahabatan dan luka yang tak terucap. Apakah rasa yang terpendam ini akan menemukan jalannya, atau justru menjadi duka yang tak pernah selesai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines