Best Friend Forever

Best Friend Forever

  • WpView
    Reads 731
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing3h 33m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Benarkah persahabatan itu orang yang selalu mendukung kita? kalau bingung, cerita saja dengan kami. Kalau kamu takut cukup datangi kami, jangan menderita sendiri.-Dara jangan merasa bisa melakukan semuanya sendiri,Ril. -Aya semua akan baik-baik saja, kita semua keluarga, kita adalah keluarga. - April kami tidak memaksa kamu untuk percaya tapi kami tidak pernah menyembunyikan apapun. - Rizka terimakasih telah mengurus ku.. -Rheiner aku beruntung menjadi salah satu sahabat kalian. - Evania bagaimana jika dalam persahabatan ada perselisihan ? " tapi ini terlihat seperti pengecut." " TERUS HARUS BAGAIMANA ? SEMUA MENYALAHKAN-..." " JANGAN DIAM SAJA, KAMU PIKIR AKU TENANG DENGAN INI" Dan cinta ? aku menyukaimu April...By Rheiner.... "kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau tidak memberiku kesempatan untuk mengetahui kesalahanku? Kenapa kau selalu melarikan diri saat aku ingin minta kejelasan dari mu? Apa yang kau pikirkan dengan memutuskan hubungan sebelah pihak, heh." " bisakah kau mengerti posisiku?" Apa yang akan kau lakukan jika temanmu melakukan kesalahan ? apa kau akan menjauh atau bertahan dengan kemaluan ? apa yang akan terjadi jika secara perlahan teman-temanmu menjauh ?
All Rights Reserved
#608
persahabatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffe Latte
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • Assalamualaikum Ustazah, KAHWINI SUAMIKU.
  • Putih abu-abu
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]

"Kakaknya mau coba coffe latte nggak, biar nggak ngantuk" wajahnya sekarang berjarak kurang dari 30 centi dariku. "Mana?" Tanpa permisi dia menarik leherku dan menciumku, menyuruhku merasakan coffe latte yang barusan diminum olehnya. Sialan. Kudorong dirinya dan berusaha menjauh darinya. "Ish....kamu ya..." antara shock, kaget atau marah. Dia pria pertama yang merebut ciumanku yang kujaga selama ini demi calon suamiku nanti. Dan dia merebutnya tanpa permisi. "Aku suka sama kakak. Makanya aku berani cium kakak" ujarnya tanpa dosa. Untung perpustakaan tidak ada pengunjung dan di luar gedung pun tidak ada orang lewat. "Mencium seseorang itu harus minta ijin dulu. Lagian kamu itu masih kecil, umur kita beda jauh dan lagi kamu masih sekolah dan..." "Aku nggak peduli apa yang dipikirkan orang lain. Kita menyukai siapa kan hak kita. Kalau aku suka ya aku bilang suka kalau enggak ya aku bilang enggak. Emang kakak nggak suka sama aku?" ucapnya memotong kata-kataku yang ingin menjelaskan kalau apa yang dirasakannya ini salah dan tak mungkin hubungan seperti ini berhasil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines