[End] Behind The Color

[End] Behind The Color

  • WpView
    LETTURE 10,643,893
  • WpVote
    Voti 443,617
  • WpPart
    Parti 67
WpMetadataReadPer adultiCompleta lun, mag 20, 2024
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
[Romance - 18+] Follow dulu, baru dibaca. -Damara Selina Handoko- Wanita cantik yang bagai bulan Aku tidak ingin melihat. Tidak pula ingin bernapas dan hidup. Tapi tuhan memaksa. Membuat diriku kembali berjalan dalam bara neraka. Terlebih saat aku bertemu dirimu. Pria yang membuatku ingin kembali menatap cahaya. -Galendra Radithya Amaraja- Pria penyabar yang bagai matahari Aku terjebak dalam kutukan ini. Terluka dalam cinta dan terus mengingat sakit akan dirimu. Mata yang menatap benci itu seakan terus menghantuiku. Dan kini saat aku berusaha untuk hidup, dirimu kembali muncul. Wanita yang membuatku kembali tersesat dalam kegelapan. Wanita itu ingin bersembunyi Pria itu berusaha menghindar Tapi takdir membuat mereka terikat Terus bersama dan tersakiti dalam satu kesedihan tanpa akhir P.S. Bukan cerita sad ending ? Karena aku penikmat happy ending
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • [End] Behind The Heart
  • Stereotype; Soobin
  • Devilicya [END]
  • [End] Behind The Wedding
  • Limerence [Completed]
  • [End] Ending Scene
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Cerita Tentang Zeeya
  • "Singgah"

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti