[End] Behind The Color

[End] Behind The Color

  • WpView
    Reads 10,640,026
  • WpVote
    Votes 443,562
  • WpPart
    Parts 67
WpMetadataReadMatureComplete Mon, May 20, 2024
[Romance - 18+] Follow dulu, baru dibaca. -Damara Selina Handoko- Wanita cantik yang bagai bulan Aku tidak ingin melihat. Tidak pula ingin bernapas dan hidup. Tapi tuhan memaksa. Membuat diriku kembali berjalan dalam bara neraka. Terlebih saat aku bertemu dirimu. Pria yang membuatku ingin kembali menatap cahaya. -Galendra Radithya Amaraja- Pria penyabar yang bagai matahari Aku terjebak dalam kutukan ini. Terluka dalam cinta dan terus mengingat sakit akan dirimu. Mata yang menatap benci itu seakan terus menghantuiku. Dan kini saat aku berusaha untuk hidup, dirimu kembali muncul. Wanita yang membuatku kembali tersesat dalam kegelapan. Wanita itu ingin bersembunyi Pria itu berusaha menghindar Tapi takdir membuat mereka terikat Terus bersama dan tersakiti dalam satu kesedihan tanpa akhir P.S. Bukan cerita sad ending ? Karena aku penikmat happy ending
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • [End] Behind The Wedding
  • The Fault
  • Limerence [Completed]
  • Senandung Azalea (Completed)
  • Cerita Tentang Zeeya
  • "Singgah"
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Keyna Lover [REVISI]
  • [END] Behind The Moment

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines