Solitude

Solitude

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2018
Hidup Alinka Grethania menjadi rumit mulai dari perjodohan yang tak diinginkannya dan tekanan dari kedua orang tuanya yang ia terima sejak masih belia. Gadis itu merasa hidupnya bagai terbingkai awan hitam yang sewaktu-waktu akan muncul petir dan membunuh dirinya dalam keterpurukan. Hingga seorang pemuda yang datang, menarik dirinya dari lingkaran keputusasaan. Akankah ia bisa bangkit dari keterpurukan tersebut atau semakin terjerembab dalam kelamnya hidup? baby_Fyu©2018
All Rights Reserved
#964
perjodohan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Dijodohin ✔ [COMPLETED]
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • MARRIED WITHOUT LOVE
  • GavinZel [END]
  • My little wife
  • RAKA [Completed] ✓
  • Badboy Handsome

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines