You Make Me Insane

You Make Me Insane

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2018
Aku pernah terluka, aku pernah patah. Aku tak ingin terus berdiam dan berlarut dalam perasaan penuh luka ini. Aku harus tumbuh meskipun pada akhirnya yang tumbuh akan kembali patah. -gcd Kamu yang ku anggap semestaku, dengan mudahnya kamu menghancurkan segalanya yang telah ku bangun untukmu. Tak bisa ku percaya, aku gila karenamu. -as Mereka berdua sama-sama pernah patah dan terluka. Yang satu ingin berusaha lari sedangkan yang satunya lagi setia menanti. Mereka sama-sama mempunyai masalalu, yang satu ingin menyimpannya tanpa mengingatnya sedangkan yang satunya lagi terjebak di dalamnya. Suatu waktu yang berusaha tumbuh mencoba untuk membuka hati sedangkan yang terpuruk berusaha mencoba kembali ke masalalu. Kemudian mereka bertemu. Apakah yang patah akan tumbuh? Apakah yang terluka akan terobati?
All Rights Reserved
#49
hehehe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Puing luka
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • SAGARA CLARA
  • GHATAN
  • Elegi Rasa : Pergi
  • you again ✔
  • Full Of Scratches

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines