We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Waiting
  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Teruntuk kamu yang aku impikan menjadi seorang pangeran yang gagah, tampan, dan baik hati, tunggu aku.. Kumohon jaga hatimu untukku. Aku tak tahu bentuk dan rupamu saat ini. Tapi yang jelas, ku tahu bahwa kau kan hadir & mengajariku arti hidup yang sesungguhnya" -Rain- "Rain, jangan bilang bahwa kau sedang bersedih. Aku tak sanggup jika harus melihatmu menangis, air matamu terlalu berharga untuk terus mengalir. Penantianmu pun terlalu berharga untukku--sebab ku tahu, tak perlu menantipun Tuhan akan men-takdirkanmu untuk jadi putri dalam hidupku" -Angga-
All Rights Reserved
#321
flashback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Abandoned
  • Cause We are Family
  • REINA
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)
  • Save and Protect
  • [1]C for B - (heaven on earth with you) CHANBAEK
  • PAPA [END] ✔

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines