This's my choice

This's my choice

  • WpView
    Reads 2,815
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 3, 2021
Disakiti atau menyakiti? Keduanya pasti tak akan dipilih. Ujung-ujungnya akan sama yaitu sakit. Terkadang ketika kita disakiti kita lebih banyak diam dan memendam semuanya sakit itu sendiri. Terlalu banyak disakiti juga hati bisa memberontak. Sebuah kisah cinta antara 2 wanita dengan keperibadian yg berbeda , akankah berakhir indah atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EGALITER: Twinflame Life Lessons
  • Just See U From Afar
  • Perempuanku | I'm And My Lady (s) II
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Eureka!
  • Tertinggal
  • PHANTASM (MilkxLove)
  • My LoVe my Spirit
  • 3D Inside
  • DikaRanggi

"Ga bisa ya kita sama-sama sampai akhir?" "Hahaha! Sayang, aku anak pertama, wibawa dan kebanggaan keluarga. Kamu anak bungsu, kesayangan keluarga. Gimana? Kamu bisa bayangkan apa yang akan terjadi?" ===================================== Hubungan itu harus setara. Benar. Entah itu pertemanan, hubungan kerja, apalagi romansa antara dua manusia. Lantas, apakah kesetaraan akan selalu membawa kesempurnaan? Lalu, bagaimana jika yang setara itu adalah trauma yang tidak pernah usai? Egi dan Lili. Mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Sejoli ini memiliki sampul yang sangat sempurna di mata sosial. Pintar, terpelajar, mapan, dan menawan. Namun, mereka terlalu identik. Bahkan kegilaan mereka juga terlalu setara. Bukankah kesetaraan ini justru menakutkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines