Orang Ketiga (Complete)

Orang Ketiga (Complete)

  • WpView
    Reads 1,185,869
  • WpVote
    Votes 15,361
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Warning 18+++ Mengandung kata-kata vulgar! "Tutupi payudara kamu dengan blazer aku ga suka kalau pria-pria itu menatap sesuka hati ke payudara kamu, hanya aku yang boleh. Hari ini kamu nakal sekali berani memakai baju seperti ini saat ada meeting, aku akan kasih kamu hukuman nanti." Sarah memperbaiki blazernya dan berusaha menutupi payudaranya dengan blazer dan juga berkasnya. Tetapi tangan Fandy tidak juga diam di paha Sarah, kaki Sarah yang tadinya ditumpukan ke kaki satunya harus melepaskannya dan duduk seperti biasa. Hal itu membuat akses Fandy untuk masuk ke paha dalam Sarah dengan mudah. Fandy sedikit meremas paha dalam Sarah dan mengelus daerah inti Sarah dari luar karna Sarah masih menggunakan CD nya. Sarah pasrah akan perlakukan Fandy saat ini karna Fandy tidak bisa dilarang dan Sarah berusaha keras untuk tidak mendesah dengan menggigit bibir bawahnya. Sesudah puas dari luar perlahan Fandy memasukkan jari tengahnya ke bagian inti Sarah dan itu membuat Sarah terkejut bukan main, tidak cukup satu Fandy memasukkan dua jarinya dan memainkan benda kecil di dalam sana dan nafas Sarah benar-benar memburu atas perlakuan Fandy. Kemudian Fandy menambah jarinya menjadi empat sekaligus dan semakin membuat Sarah menggila, Fandy mengeluar masukkan tangannya dengan cepat tetapi setelah itu Fandy menghentikannya dan menarik tangannya keluar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruined Bitch
  • My Grip [End]
  • Anyelir Selir (TAMAT)
  • OOSHANKA [TAMAT]
  • My Sugar Daddy(END)

⚠️ Cerita ini mengandung konten muatan dewasa, tidak direkomendasikan dibaca oleh anak di bawah usia 18 tahun. BLURB - Ruined Bitch Sekar tahu dunia tempatnya berpijak tidak pernah ramah bagi wanita sepertinya. Hidup mengajarinya untuk tidak berharap terlalu banyak, terutama dari pria. Baginya, hubungan hanyalah transaksi-permainan di mana kendali harus tetap berada di tangannya. Sampai ia bertemu pelanggan spesial itu. Marshal Wijaya, pria yang dingin dan berbahaya, bukan tipe yang mudah terbaca. Ia tidak sekadar membeli waktu Sekar, tetapi juga merenggut sesuatu yang lebih dalam. Sentuhannya mengancam pertahanan yang selama ini Sekar bangun. Tatapannya seakan ingin menelanjangi lebih dari sekadar tubuhnya-ia ingin masuk ke dalam pikirannya, mencuri perasaan yang seharusnya tidak ada. Semakin Sekar berusaha menjaga jarak, semakin kuat tarikan yang mengikat mereka. Marshal menginginkannya lebih dari sekadar bayaran, sementara Sekar tidak yakin apakah ia siap kehilangan kendali. Ketika batas antara transaksi dan keterikatan mulai kabur, Sekar harus memilih: bertahan dengan tembok yang melindunginya, atau membiarkan dirinya jatuh-meski itu berarti hancur dalam genggaman pria yang bisa saja menghancurkannya lebih dari siapa pun. Karena dalam permainan seperti ini, tidak ada yang benar-benar menang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines