Orang Ketiga (Complete)

Orang Ketiga (Complete)

  • WpView
    Reads 1,175,766
  • WpVote
    Votes 15,345
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jul 10, 2020
Warning 18+++ Mengandung kata-kata vulgar! "Tutupi payudara kamu dengan blazer aku ga suka kalau pria-pria itu menatap sesuka hati ke payudara kamu, hanya aku yang boleh. Hari ini kamu nakal sekali berani memakai baju seperti ini saat ada meeting, aku akan kasih kamu hukuman nanti." Sarah memperbaiki blazernya dan berusaha menutupi payudaranya dengan blazer dan juga berkasnya. Tetapi tangan Fandy tidak juga diam di paha Sarah, kaki Sarah yang tadinya ditumpukan ke kaki satunya harus melepaskannya dan duduk seperti biasa. Hal itu membuat akses Fandy untuk masuk ke paha dalam Sarah dengan mudah. Fandy sedikit meremas paha dalam Sarah dan mengelus daerah inti Sarah dari luar karna Sarah masih menggunakan CD nya. Sarah pasrah akan perlakukan Fandy saat ini karna Fandy tidak bisa dilarang dan Sarah berusaha keras untuk tidak mendesah dengan menggigit bibir bawahnya. Sesudah puas dari luar perlahan Fandy memasukkan jari tengahnya ke bagian inti Sarah dan itu membuat Sarah terkejut bukan main, tidak cukup satu Fandy memasukkan dua jarinya dan memainkan benda kecil di dalam sana dan nafas Sarah benar-benar memburu atas perlakuan Fandy. Kemudian Fandy menambah jarinya menjadi empat sekaligus dan semakin membuat Sarah menggila, Fandy mengeluar masukkan tangannya dengan cepat tetapi setelah itu Fandy menghentikannya dan menarik tangannya keluar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me In (OPEN PO)
  • Anyelir Selir (TAMAT)
  • Secret
  • My Grip [End]
  • Gairah Liar Pembantu Lugu 🔞
  • Ruined Bitch

adult romance story 18+ ∆∆∆ "Kau sudah banyak bicara sekarang hm?" Fire berjalan mendekatinya, sembari melepaskan dasi yang tadi belum terlepas kemudian melemparnya asal. Oxy diam, tidak mundur dan mencoba menghindar. Dia sempat berpikir salah satu cara dia mengetahui segalanya dan terbebas dari semua ini adalah bersikap berani dan tak banyak menentang. Berani dalam artian lebih berani menunjukan ekspresi. Fire sekarang berdiri di hadapannya, tubuhnya yang tinggi menjulang itu berbau musk sialan yang membuat akal sehatnya menipis. "Ya." "Good girl. Dan oh, apa kita sedang bermain twenty one question and answer?" "Tidak. Jawab saja pertanyaanku tuan Fredeix." "Pertanyaan yang mana nyonya Fredeix." Perkataan Fire membuat mata Oxy melotot. Pria brengsek di depannya sudah pandai bercanda rupanya. "Apa perlu aku mengulangi pertanyaanku?" "Permainan ini tidak menyenangkan. Bagaimana kalau kita bermain yang lain. Bermain bibir misalnya." "Aku sedang tidak mengajakmu bermain sialan!!!" "Tapi aku ingin bermain." ∆∆∆ Not for chi ldren under 18. (Mengandung kata kata kasar dan beberapa adegan dewasa, tetapi tidak sampai ke sex scene)

More details
WpActionLinkContent Guidelines